Nasional . 07/09/2026, 16:17 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengonfirmasi, alur penyeberangan di Selat Sunda masih dalam kondisi kondusif dan aman di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Untuk mengawal keselamatan perairan, BMKG mengoperasikan instrumen HF Radar Array yang terpasang di Carita dan Tanjung Lesung dengan mengaktifkan tsunami mode.
Berdasarkan data observasi radar per 7 September 2026 pukul 08.00 WIB, tingkat peluang munculnya gelombang tsunami di perairan Selat Sunda tergolong sangat rendah, yakni berada di bawah angka 50 persen. Pergerakan arus permukaan air laut terpantau mengalir ke arah barat daya menuju Samudra Hindia dengan laju 0,4–0,9 knot serta tinggi gelombang berada pada rentang 0,3–1,2 meter.
"BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Sunda untuk 7 hari ke depan (08–13 September 2026) berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter, dengan kondisi cuaca wilayah Gunung Anak Krakatau-Selat Sunda didominasi cerah hingga cerah berawan," kata Andri dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Pembaruan data dinamika laut ini secara rutin disalurkan sebagai rujukan bagi pemangku kebijakan dalam mengatur operasional pelayaran dan transportasi penyeberangan kapal.
Pada kesempatan terpisah, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menerangkan bahwa deteksi jaringan 20 sensor tsunami gauge di kawasan Selat Sunda sama sekali tidak mencatat adanya fluktuasi air laut abnormal yang berpotensi memicu tsunami.
Di sisi lain, jaringan lightning detector dan pemantau magnet bumi sempat mencatat eskalasi petir vulkanik serta variasi geomagnetik pada rentang pukul 00.00–04.00 WIB.
“Namun, intensitas gangguan geofisika ini tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan erupsi pertama pada 4 September lalu,” jelasnya.
Menanggapi paparan sebaran abu vulkanik, pihak otoritas turut mendesak warga di area terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan mandiri, membatasi agenda di luar ruangan, serta wajib mengenakan masker, dan kacamata pelindung tatkala harus keluar rumah.
Masyarakat juga diimbau untuk saling melindungi kelompok rentan dan menyaring seluruh perkembangan informasi hanya melalui saluran resmi yang dirilis oleh BMKG, PVMBG, BNPB, maupun instansi pemerintah daerah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media