Ekonomi . 08/09/2026, 22:16 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Purbaya menegaskan bahwa keputusan mengenai penggunaan satu atau dua SMV akan didasarkan pada kebutuhan nyata.
Pemerintah akan melihat besarnya cicilan setiap tahun dan kemampuan lembaga yang ditunjuk untuk mengelolanya.
“Jadi gini, saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa sih, saya lihat setiap tahun saya lihat, oh kalau segini aja cukup lah ditangani oleh satu SMV, satu perusahaan SMV di bawah Departemen Keuangan, atau dua. Tapi uangnya cukup lebih,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan pemerintah ingin menghindari pembentukan atau penggunaan terlalu banyak lembaga apabila sebenarnya satu perusahaan sudah mampu menjalankan fungsi pengelolaan utang.
Jika beban pembayaran dinilai relatif terkendali, satu SMV dianggap lebih efisien. Namun, jika tanggung jawab dan kebutuhan pengelolaan terlalu besar, opsi menggunakan dua SMV seperti SMI dan INA tetap terbuka. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media