Nasional . 13/09/2026, 18:55 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Titik asap yang muncul di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, berhasil dilokalisasi setelah petugas gabungan melakukan serangkaian upaya pemadaman. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyebut kondisi asap kini sudah terbatas.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan petugas masih menangani sejumlah kepulan asap yang terlihat di beberapa bagian kawasan Bromo. Petugas gabungan juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kobaran api.
"Hari ini kemunculan asap sudah terbatas dan dapat diatasi oleh petugas yang bersama-sama menangani kebakaran," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha ditemui di Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 13 September 2026.
Rudi menyebut beberapa lokasi di kawasan Bromo masih memperlihatkan kepulan asap. Area tersebut antara lain lereng Gunung Kursi dan Blok Jantur.
Namun, kepulan asap itu bukan berasal dari api yang kembali berkobar. Petugas menduga asap tersebut muncul dari sisa bara yang belum sepenuhnya padam.
Karena itu, seluruh petugas gabungan masih berada dalam kondisi siaga. Mereka terus memantau perkembangan di kawasan Gunung Bromo untuk mengantisipasi jika api kembali muncul dan membesar.
Berdasarkan pantauan ANTARA di lokasi, petugas gabungan masih bersiaga di kawasan Jemplang, tepatnya di sekitar area Bromo Hillside. Sejumlah unit truk tangki air juga masih ditempatkan di kawasan tersebut dan siap dioperasikan apabila kembali muncul titik api.
Upaya pemadaman di kawasan Bromo sebenarnya dapat berlangsung lebih maksimal dengan dukungan helikopter water bombing atau pengebom air. Namun, unit tersebut untuk sementara belum dapat beroperasi karena kondisi angin yang kencang.
Rudi juga menggambarkan kondisi di area Sabana Pengol yang berada di bagian bawah kawasan terdampak kebakaran.
"Kalau Sabana Pengol yang di bawah itu ya, kami lihat hampir semuanya sudah terbakar," ucapnya.
Sementara itu, TNBTS belum dapat memastikan luas area yang terdampak kebakaran. Proses penghitungan masih tertunda karena petugas saat ini memusatkan perhatian pada pemantauan dan penanganan kondisi di lapangan.
"Sebenarnya rencana itu kemarin sore, tetapi dengan situasi yang kemarin itu, api cukup besar, sehingga proses penghitungan masih ditunda sampai kondisi memungkinkan," kata dia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media