Viral . 15/09/2026, 09:00 WIB

Karnaval Maulid di Pekalongan Mirip Simbol Setan, Pemkab Buka Suara

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

"Yang jelas, kegiatan itu kami hanya hadir sebagai kepala daerah. Bahkan, konsep dan seterusnya kan kita tidak diberi info sama sekali," papar Sukirman.

Menurut Sukirman, konsep tersebut memang sengaja dirahasiakan sebagai kejutan. Namun, ia menilai ada sejumlah hal yang perlu menjadi catatan dari pertunjukan tersebut.

"Bahkan panitia, sepuh-sepuh, para kiai, dan seterusnya kan juga tidak diberitahu karena sifatnya adalah untuk surprise, kejutan, begitu. Tapi dari sisi lain, saya ngasih catatan itu," sambungnya.

Salah satu adegan yang turut menjadi sorotan adalah penyembelihan kambing. Sukirman membenarkan bahwa adegan tersebut memang terjadi.

Namun, ia membantah anggapan bahwa penyembelihan kambing tersebut merupakan ritual persembahan.

"Memang ada penyembelihan kambing yang sebenarnya setelah acara selesai mau disate bareng-bareng," ujar dia.

Sukirman menegaskan penyembelihan kambing itu tidak berkaitan dengan kegiatan atau ritual lain di luar rangkaian acara.

Akui Pertunjukan Horor Bikin Anak-anak Terkejut

Sukirman memahami bahwa tema horor memang memiliki banyak eminat. Namun, menurutnya, penyajian tema tersebut secara langsung di hadapan masyarakat dapat menimbulkan penafsiran berbeda.

Nah, memang tema-tema horor itu kan memang digemari ya. Tidak hanya kemudian teatrikal seperti itu, tetapi film, apa, segala macam. Tetapi kalau sifatnya live seperti itu memang bisa menimbulkan multitafsir yang akhirnya seperti sekarang ini," ucap dia.

Ia juga mengakui pertunjukan tersebut cukup mengejutkan, terutama bagi anak-anak yang menyaksikannya secara langsung.

"Ya memang itu akan membawa dampak psikis tentu saja. Anak-anak ini kan didampingi orang tua, ya banyak ekspresi-ekspresi yang terkejut begitu ya," ujar dia.

Bagian dari Rangkaian Maulid Nabi

Sukirman menjelaskan SKNC 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain karnaval, terdapat pula kegiatan sosial berupa sunat massal.

"Itu, Acara Maulid, kemudian sunat massal, begitu. Kan ada banyak sisi positifnya kan sebenarnya. Ada sunat massal, Maulid Nabi, lalu kemudian ya masih rangkaian Maulid Nabi lah ya. Lalu kemudian sunat massal itu kemudian ya juga diberkahi oleh para kiai, dan kekompakan masyarakatnya yang saya lihat memang luar biasa. Urunan mandiri, tidak merepotkan siapa pun. Itu sebenarnya yang menjadi titik poinnya juga positif," kata Sukirman.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com