Ekonomi . 18/09/2026, 15:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki kendaraan dengan kategori harga tinggi, termasuk pengguna mobil BMW. Menurut Bahlil, subsidi BBM semestinya diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang memang membutuhkan dan memenuhi kriteria penerima.
"Persoalan shifting dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga. Janganlah kita pakai BBM subsidi," ujar Bahlil usai mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Bahlil mengatakan pemerintah mencermati adanya perubahan pola konsumsi, yakni sebagian pengguna yang sebelumnya mengonsumsi BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM bersubsidi.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat anggaran subsidi turut dinikmati kelompok yang secara ekonomi sebenarnya memiliki kemampuan membeli BBM nonsubsidi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik untuk memberikan kesempatan kepada kelompok yang memang menjadi sasaran subsidi.
"Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerima itu, dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," katanya.
Bahlil yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan pemerintah masih mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk kemungkinan memperkuat aturan mengenai penggunaan BBM bersubsidi.
"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomongin dulu, kalau regulasi itu butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ujarnya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat yang memiliki penghasilan dan kemampuan ekonomi memadai agar tidak mengambil manfaat subsidi yang diperuntukkan bagi kelompok yang membutuhkan.
"Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, pakai hatilah. Ya memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya," tegas Bahlil.
Di tengah upaya memperbaiki ketepatan sasaran subsidi, Bahlil memastikan pemerintah tetap memperhatikan ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat.
"Kami pemerintah akan menyiapkan stok kebutuhan masyarakat, khususnya terkait dengan BBM bersubsidi," kata Bahlil.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga ketersediaan BBM sekaligus melakukan pembenahan terhadap mekanisme penyaluran subsidi agar manfaatnya dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media