Politik . 25/09/2026, 18:57 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kecepatan pencarian dan pertolongan sangat berkaitan dengan ketersediaan peralatan, terutama ketika Basarnas menghadapi kondisi darurat yang sulit diprediksi. Karena itu, kebutuhan anggaran untuk memperkuat kapasitas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga akhir 2026 dan tahun 2027 menjadi perhatian Komisi V DPR RI.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Aras mengatakan, dukungan anggaran dibutuhkan bukan hanya untuk menunjang operasional Basarnas, tetapi juga memenuhi kebutuhan peralatan pencarian dan pertolongan. Kelengkapan, kelayakan, sekaligus kesiapan sarana dan prasarana, menurutnya, menjadi faktor penting agar misi penyelamatan berjalan optimal.
“Kita sangat mendukung bagaimana agar Basarnas bisa mendapatkan penambahan anggaran. Kita memahami bahwa saat ini kita tidak dapat mengetahui berapa kebutuhan atau berapa kejadian yang harus menggunakan Basarnas, terutama bencana-bencana yang selama ini tidak pernah kita kira kapan datangnya dan di mana kejadiannya,” ujar Andi Iwan, Kamis, 24 September 2026.
Andi Iwan menilai, keterbatasan peralatan dapat memengaruhi kemampuan Basarnas dalam merespons situasi darurat secara cepat. Oleh sebab itu, penguatan sarana seperti helikopter, kapal pencarian dan pertolongan, serta teknologi pendukung perlu menjadi perhatian dalam pengalokasian anggaran.
“Dukungan anggaran untuk Basarnas ini sangat dibutuhkan, bukan saja untuk operasional mereka, tetapi juga kebutuhan peralatan, terutama peralatan untuk rescue dan pencarian. Kalau ada keterbatasan peralatan, tentu akan membuat Basarnas tidak memiliki kemampuan yang maksimal dalam melakukan tugas utamanya, yaitu pencarian dan pertolongan,” katanya.
Komisi V DPR RI, kata Andi Iwan, selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dukungan terhadap penguatan anggaran Basarnas. Namun, kebutuhan operasional hingga akhir tahun 2026 masih perlu mendapat perhatian karena anggaran yang tersedia disebut sudah tidak mencukupi.
“Keinginan Presiden untuk menambahkan anggaran ini sangat kami dukung. Untuk tahun 2026, kita mengetahui bahwa anggaran Basarnas juga sudah tidak mencukupi. Sementara masih ada beberapa bulan untuk tahun 2026 ini,”paparnya.
Politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini berharap Kementerian Keuangan dapat mengalokasikan tambahan anggaran bagi Basarnas hingga akhir tahun 2026. Ia juga mendorong peningkatan alokasi pada tahun 2027, khususnya untuk pemenuhan peralatan teknis.
Menurut Andi Iwan, penguatan anggaran dan peralatan memiliki kaitan penting dengan operasi pencarian dan pertolongan yang berpacu dengan waktu atau golden time. Kecepatan respons menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan peluang keselamatan korban.
Ia mencontohkan korban yang berada di tengah laut dalam waktu lama akan menghadapi risiko keselamatan yang semakin besar. Dalam situasi tersebut, ketersediaan peralatan yang memadai dapat membantu mempercepat proses pencarian dan pertolongan.
“Kalau didukung dengan peralatan yang baik, baik itu helikopter, kapal-kapal pencarian dan pertolongan, maupun teknologi tertentu, itu bisa mengejar golden time tersebut. Kita ingin keselamatan dan penyelamatan dapat dilakukan secara maksimal,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media