Nasional . 25/09/2026, 15:19 WIB

Basarnas Pastikan Pencarian Jurnalis Hilang Tetap Berlanjut Lewat Operasi Rutin

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan upaya pencarian rombongan jurnalis yang masih hilang tetap berlangsung meski operasi gabungan khusus telah dihentikan dan dialihkan menjadi operasi rutin.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi'i mengatakan, pencarian saat ini dilakukan oleh tim Basarnas melalui operasi rutin di sejumlah wilayah yang dinilai masih memiliki potensi ditemukannya korban.

"Sampai sekarang tetap dilakukan pencarian lanjutan. Karena memang operasi dialihkan kepada operasi rutin," kata Syafi'i, Jumat, 25 September 2026.

Menurut dia, operasi rutin tersebut dapat diarahkan ke wilayah tertentu berdasarkan informasi maupun potensi temuan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Pulau Enggano, Bengkulu.

Sebelumnya, pencarian dilakukan melalui operasi gabungan khusus yang melibatkan personel dari sejumlah wilayah, termasuk Banten dan Lampung. Namun, hasil evaluasi menyatakan operasi khusus tersebut sudah tidak efektif sehingga mekanisme pencarian kemudian dialihkan ke operasi rutin.

"Jadi waktu itu kan memang operasi gabungan khusus mulai dari Banten, Lampung. Nah, pada saat hasil rapat evaluasi dinyatakan sudah tidak efektif, akhirnya dialihkan ke operasi rutin," ujarnya.

Syafi'i menegaskan perubahan status operasi tidak berarti pencarian dihentikan. Tim Basarnas di sejumlah daerah tetap melakukan penyisiran dan dapat memperluas pencarian ke wilayah yang dianggap berpotensi menjadi lokasi temuan korban.

"Yang ada di Bengkulu juga melaksanakan operasi rutin diarahkan ke Pulau Enggano sana. Jadi tetap jalan," katanya.

Satu Korban Teridentifikasi Lewat Tes DNA

Mengenai penemuan satu korban yang baru diketahui identitasnya melalui pemeriksaan DNA, Syafi'i menjelaskan bahwa lokasi penemuan jenazah tersebut bukan menjadi satu-satunya sasaran pencarian lanjutan.

Ia menerangkan korban sebenarnya telah ditemukan pada 10 atau 11 September. Namun, ketika itu identitasnya belum dapat dipastikan karena pihak keluarga tidak mengenali korban berdasarkan pakaian maupun informasi lain yang tersedia.

"Korban yang ditemukan kan sebenarnya ditemukan tanggal sepuluh, sebelas. Dan itu sudah dimakamkan. Dan waktu itu dari data-data, mulai dari pakaian, semuanya, sudah ditunjukkan ke keluarganya. Dari keluarga korban nggak ada satu pun yang mengakui," jelasnya.

Kepastian identitas baru diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan DNA dan hasilnya dinyatakan cocok dengan pihak keluarga. Jenazah kemudian digali kembali untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.

"Pada saat diambil tes DNA baru cocok. Nah, baru sekian lama ini baru digali lagi, sekarang sudah diserahkan ke keluarganya," pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com