Politik . 25/09/2026, 14:02 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menilai wacana memisahkan pelaksanaan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) perlu dibahas secara mendalam sebelum diterapkan.
Menurut Said, jika Pileg digelar lebih dahulu, masyarakat dinilai memiliki ruang yang lebih luas untuk mengenali pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelum menentukan pilihan.
"Supaya rakyat benar-benar tahu calonnya. Jangan milih kucing dalam karung," kata Said, Kamis, 24 September 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Pileg dan Pilpres secara bersamaan selama ini membuat perhatian publik maupun para calon anggota legislatif lebih banyak terserap oleh persaingan dalam Pilpres.
"Selama ini kesulitan betul kami. Karena hampir-hampir caleg, calon legislatif itu setengah mati semuanya karena semua pikiran, tenaga, pikiran semuanya kepada Pilpres," ujarnya.
Selain membahas waktu pelaksanaan pemilu, Said turut menyampaikan pandangannya mengenai mekanisme pengusungan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ia mengusulkan agar pasangan capres-cawapres dapat diusung melalui gabungan minimal dua fraksi dan maksimal empat fraksi di DPR.
"Untuk Pilpres itu minimal dua fraksi, gabungan fraksi, minimal dua maksimal empat," kata Said.
Saat ditanya mengenai kemungkinan jumlah suara atau kursi di parlemen menjadi pertimbangan dalam pembentukan gabungan fraksi tersebut, Said mengatakan keberadaan anggota DPR menjadi salah satu syarat utama terbentuknya fraksi.
"Kalau syarat fraksi kan berarti ada anggotanya. Kalau nggak ada anggotanya, nggak ada fraksi," ujarnya.
Said kembali menegaskan bahwa gagasan pemisahan Pileg dan Pilpres tersebut belum menjadi keputusan final. Menurutnya, usulan itu masih membutuhkan pembahasan dan pertimbangan secara menyeluruh.
"Usulan tersebut perlu dikaji dan memang perlu dipikirkan secara matang," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media