Ekonomi . 11/10/2026, 21:14 WIB

Harga Beras Naik hingga Oktober 2026, Bulog Bongkar Biang Keroknya

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Harga beras yang terus merangkak naik hingga September 2026 menjadi perhatian pemerintah. Perum Bulog menilai, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh belum masuknya musim panen serta tingginya harga gabah di sejumlah daerah.

Kondisi ini membuat biaya produksi beras ikut meningkat dan berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras pada September 2026 mencapai 3,73 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 2,77 persen.

Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa harga beras masih menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian menjelang akhir tahun.

Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa kenaikan harga beras pada September hingga Oktober merupakan kondisi yang lazim terjadi.

Pasalnya, periode tersebut bukan termasuk musim panen sehingga pasokan gabah dari petani tidak sebanyak saat panen raya.

Meski begitu, Rizal menilai kenaikan harga beras yang terjadi saat ini belum terlalu signifikan.

Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan yang tercatat dalam data BPS terutama terjadi pada beras premium, sedangkan penugasan utama Bulog dari pemerintah lebih berfokus pada pengelolaan beras medium.

“Berdasarkan data BPS itu, yang naik rata-rata adalah beras premium. Sedangkan kalau beras medium, Bulog secara besar itu mengelola beras medium,” ujar Rizal dalam konferensi pers di kantornya, Jumat, 9 Oktober 2026.

Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium

Untuk merespons kenaikan harga beras premium, Bulog mendapat arahan dari Menteri Pertanian agar memproduksi 300.000 ton beras komersial atau premium hingga Desember 2026.

Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan beras premium di pasar sekaligus membantu mengendalikan kenaikan harga menjelang akhir tahun.

Namun, realisasi produksi masih perlu ditingkatkan. Hingga 9 Oktober 2026, Bulog baru memproduksi sekitar 71.000 hingga 72.000 ton beras premium. Jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan sampai akhir Desember.

Untuk mengejar target tersebut, Bulog bekerja sama dengan sejumlah mitra di berbagai daerah.

Para mitra membantu mengolah gabah menjadi beras premium yang selanjutnya disalurkan melalui jalur distribusi yang telah disiapkan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com