Nasional . 11/10/2026, 21:37 WIB

Lonjakan Harga Beras Bikin Masyarakat Resah, DPR Minta Bulog Segera Gelontorkan Stok

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id – Harga beras kemasan lima kilogram yang biasanya Rp75 ribu kini dilaporkan melonjak hingga hampir Rp100 ribu. Menanggapi keluhan masyarakat dan pelaku usaha rumah makan tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak Perum Bulog segera menyalurkan stok beras dari gudang ke pasar agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Desakan itu disampaikan Daniel saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Komplek Pergudangan Bulog Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat, 9 Oktober 2026. Ia menilai ketersediaan stok di gudang perlu diikuti distribusi yang berjalan baik hingga beras benar-benar tersedia di pasar.

"Stok di Bulog terlihat aman. Tetapi yang perlu dipastikan adalah seluruh beras itu bisa hadir di pasar dengan harga terjangkau oleh masyarakat," papar Daniel.

Daniel Johan Minta Bulog Salurkan Beras Premium

Daniel mengungkapkan, belakangan ini ia menerima banyak keluhan melalui pesan singkat dari warga dan pelaku usaha rumah makan mengenai kenaikan harga beras. Berdasarkan laporan yang diterimanya, beras kemasan lima kilogram yang sebelumnya dijual Rp75 ribu kini sulit ditemukan dan harganya melonjak hingga hampir Rp100 ribu.

Menghadapi tren kenaikan harga menjelang akhir tahun, Daniel meminta Bulog tidak hanya mengandalkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia juga mendorong Bulog segera mengemas dan mendistribusikan beras kualitas premium dengan harga yang lebih terjangkau.

"Bulan Desember kan hari raya, kebutuhan juga akan meningkat. Sehingga kita memastikan seluruh beras yang ada di Bulog terdistribusi dengan baik. Bulog harus mengejar mulai mengemas dan menyuplai beras premium yang bukan SPHP agar masyarakat bisa mengakses dengan harga yang terjangkau," tegas Legislator Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I tersebut.

Menurut Daniel, percepatan distribusi menjadi penting karena kebutuhan masyarakat diperkirakan meningkat menjelang momentum hari raya pada Desember mendatang. Karena itu, ia meminta seluruh stok yang tersedia di Bulog dapat tersalurkan dengan baik agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh beras.

Serapan Gabah 4,5 Juta Ton Harus Diikuti Distribusi ke Pasar

Di sisi lain, Daniel mengapresiasi capaian Perum Bulog yang berhasil menyerap gabah petani hingga 4,5 juta ton. Ia menyebut capaian tersebut sebagai rekor, tetapi mengingatkan bahwa keberhasilan penyerapan belum sepenuhnya menjawab persoalan jika harga beras di tingkat masyarakat masih tinggi.

"Kita sangat apresiasi untuk pertama kalinya Bulog bisa menyerap gabah masyarakat sampai empat setengah juta ton yang menjadi rekor. Tetapi itu baru setengah prestasi. Prestasi berikutnya adalah penyerapan Bulog itu harus segera didistribusikan ke pasar sehingga masyarakat tidak kesulitan membeli beras dan tidak ada peningkatan harga yang terlalu tinggi," pungkasnya.

Daniel menegaskan, keberhasilan Bulog tidak cukup diukur dari besarnya serapan gabah petani. Stok tersebut juga harus segera sampai ke pasar agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga terjangkau dan lonjakan harga pangan dapat ditekan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com