Nasional . 17/10/2026, 18:07 WIB

51 Ribu Kunjungan ISPA di Padang, DPRD Desak Penanganan Kabut Asap Dipercepat

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, meminta pemerintah pusat segera mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di Sumatera Barat (Sumbar). Dampak pencemaran udara tersebut mulai dirasakan masyarakat, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, kunjungan pasien terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Padang mencapai 51 ribu sejak 17 Agustus hingga Oktober 2026.

Muharlion menyebut kondisi kabut asap yang semakin pekat telah mengganggu kegiatan masyarakat. Bahkan, aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa.

“Kita minta pemerintah pusat segera bertindak tegas. Penanganannya harus lebih cepat, karena dampaknya sudah dirasakan masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan kesehatan,” ungkap Muharlion kepada Wartawan, Sabtu, 17 Oktober 2026

Ia menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Sumbar diduga berkaitan dengan kebakaran lahan di wilayah sekitar, termasuk daerah tetangga. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan koordinasi lintas daerah dan tindakan nyata untuk mengatasi sumber kebakaran agar dampaknya tidak semakin meluas.

Muharlion juga mendorong agar opsi penanganan yang memungkinkan segera dikaji oleh instansi berwenang, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa cuaca atau hujan buatan.

“Kita juga mendorong bagaimana penanganan ini segera dilakukan. Apakah melalui rekayasa cuaca atau hujan buatan, tentu perlu dikaji oleh pihak yang berwenang. Kita di daerah tidak memiliki kewenangan untuk melakukan itu,” terangnya.

Selain penanganan di Sumatera Barat, Muharlion menyoroti pentingnya upaya pengendalian karhutla di provinsi tetangga, seperti Jambi, yang turut menjadi perhatian dalam persoalan kabut asap. Ia berharap pemerintah pusat dapat mempercepat langkah penanganan agar kualitas udara kembali membaik.

Di tengah kondisi tersebut, Muharlion mengimbau warga Kota Padang untuk membatasi kegiatan di luar rumah, khususnya ketika kabut asap berada dalam kondisi tebal.

Perhatian khusus juga ditujukan kepada orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak selama penerapan PJJ. Ia mengingatkan bahwa kegiatan belajar dari rumah sebaiknya diikuti dengan pembatasan aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan asap.

“Kalau keluar rumah, aktivitas di luar harus dikurangi karena beberapa hari ini kabut asap tebal sekali. Anak-anak yang sudah PJJ jangan malah bermain di luar rumah. Orang tua juga harus memperhatikan kondisi ini,” katanya.

Afrizal/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com