Politik . 20/10/2026, 17:45 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
"Ini juga harus kita evaluasi secara mendasar," tuturnya.
Djarot menilai kejelasan konsep menjadi penting karena pelaksanaan program tersebut membutuhkan anggaran dalam jumlah besar, bahkan hingga triliunan rupiah. Ia mengingatkan pemerintah agar memastikan tujuan, mekanisme, dan manfaat program sebelum mengalokasikan dana besar untuk merealisasikannya.
Pengangguran, Korupsi, dan Gejolak Ekonomi Jadi Sorotan
Persoalan lain yang disampaikan Djarot adalah pengangguran dan tindak pidana korupsi. Ia menilai kedua masalah tersebut masih menjadi tantangan yang harus ditangani pemerintah, terlebih praktik korupsi dinilainya masih ditemukan di berbagai institusi.
Di sektor ekonomi, Djarot turut menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia memandang gejolak pasar keuangan serta pelemahan rupiah sebagai kondisi yang perlu mendapat perhatian serius.
"Terakhir dengan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar sudah lebih dari Rp18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.
Djarot menegaskan, evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dilakukan secara terbuka, kritis, dan menyeluruh. Menurutnya, penilaian terhadap jalannya pemerintahan tidak seharusnya hanya berisi pujian, tetapi juga harus mengungkap persoalan yang membutuhkan pembenahan.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bahan untuk mengidentifikasi kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan sekaligus mendorong perbaikan program pemerintah agar lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media