Ekonomi . 20/10/2026, 20:06 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas upaya mewujudkan kemandirian energi nasional dengan mengolah sampah menjadi energi listrik. Melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi, proyek ini ditargetkan mampu memasok listrik bagi lebih dari 55.000 rumah tangga sekaligus mengurangi persoalan penumpukan sampah.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, kemandirian energi tidak hanya bertumpu pada sektor perkebunan dan bahan bakar nabati. Potensi sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
"Namun, kemandirian energi tidak hanya dibangun dari apa yang ada di kebun. Kita juga bisa menghasilkan energi dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, yaitu sampah," katanya.
Sebagai upaya merealisasikan program tersebut, pembangunan fasilitas PSEL di Bantargebang mulai dilaksanakan pada 26 Agustus 2026. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sekitar 500.000 ton sampah setiap tahun, atau setara dengan 70 persen dari total tumpukan sampah di Kota Bekasi.
Dari proses pengolahan tersebut, listrik yang dihasilkan diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 55.000 rumah tangga. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menangani persoalan sampah sekaligus menambah sumber pasokan energi nasional.
Tak hanya menghasilkan listrik, proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap pengelolaan lingkungan dan penyerapan tenaga kerja. Pengoperasian fasilitas diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir hingga 90 persen serta membuka sekitar 1.000 lapangan kerja hijau atau *green jobs* bagi masyarakat setempat.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini dikembangkan melalui skema investasi non-APBN. Kepastian penyerapan listriknya didukung Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero), yang akan membeli seluruh daya listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut.
Dwi Anggia menegaskan, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan perekonomian nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.
"Jadi, kita sedang membangun kemandirian energi dari berbagai sumber. Dari kebun petani kita hasilkan bahan bakar, dari sampah kita hasilkan listrik, dan dari semua itu kita ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat serta memperkuat perekonomian nasional," kata Dwi Anggia.
Ia menambahkan, pemanfaatan sumber daya lokal perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
"Dari tanah Indonesia, dari sumber daya Indonesia, dan untuk kemajuan Indonesia. Inilah langkah kita menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media