Hukum dan Kriminal . 21/10/2026, 08:24 WIB

Kronologi Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandungnya yang Masih Balita Hingga Terinfeksi Gonore

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang balita berusia 3,5 tahun di Kota Bandung menjadi sorotan. Seorang dokter umum berinisial IS, yang merupakan ayah kandung korban, diduga melakukan pencabulan terhadap anaknya hingga korban mengalami luka pada organ intim dan dinyatakan terinfeksi penyakit menular seksual.

Rangkaian peristiwa tersebut diungkap melalui unggahan anggota DPR RI Atalia Praratya di akun Instagram pribadinya. Berdasarkan keterangan ibu korban dan kuasa hukumnya, dugaan kekerasan itu mulai terungkap pada 2025 setelah sang ibu melihat perilaku tidak biasa pada anaknya.

Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah korban dilaporkan dibawa pergi secara paksa oleh terduga pelaku pada September 2026. Hingga Oktober 2026, keluarga bersama tim kuasa hukum berupaya mendorong penanganan kasus sekaligus mencari keberadaan anak tersebut.

Berikut kronologi dugaan kasus kekerasan seksual terhadap balita di Bandung berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga dan kuasa hukum.

17 Juli 2025: Dugaan Kekerasan Seksual di Hotel

Peristiwa tersebut diduga bermula pada 17 Juli 2025. IS disebut membawa putrinya ke sebuah hotel di Kota Bandung. Pada hari itu, dugaan kekerasan seksual terhadap korban disebut terjadi.

"Diduga kuat terjadi kekerasan seksual pada tanggal ini (17 Juli 2025)," kata ibu korban yang diunggah di Instagram pribadi Atalia.

Sebelum menuju hotel, terduga pelaku disebut sempat mengajak korban ke sebuah supermarket untuk membeli alat kontrasepsi. Dalam keterangan yang disampaikan, IS juga diduga meminta balita tersebut mencicipi alat kontrasepsi itu.

24 November 2025: Ibu Mulai Menaruh Curiga

Dugaan kekerasan seksual mulai terungkap ketika ibu korban melihat anaknya memperagakan gerakan yang dinilai tidak sesuai dengan usianya saat mereka sedang bersantai.

Ketika ditanya mengenai perilaku tersebut, korban disebut menceritakan pengalaman yang dialaminya setelah melihat sesuatu melalui ponsel milik ayahnya.

"Saat ditanya, ia mengaku tahu dari HP ayahnya, lalu menceritakan dan memeragakan bagaimana ayahnya menindih tubuhnya hingga punggungnya sakit," ujarnya.

Pengakuan dan perilaku korban itu kemudian menimbulkan kecurigaan sang ibu terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan seksual.

13 Desember 2025: Korban Mengeluhkan Nyeri saat Buang Air Kecil

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com