Nasional . 22/10/2026, 19:01 WIB

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Dinkes Bogor Tunggu Hasil Lab Sampel MBG

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor belum dapat memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 21 Oktober 2026. Kepastian penyebab kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel susu dan makanan yang dikonsumsi para siswa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru tersedia paling cepat dalam tiga hari. Meski susu UHT menjadi sorotan setelah kejadian tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

“Saya belum berani menduga karena hasilnya belum ada, semua sampel makanan yang dikonsumsi, termasuk sampel yang tersedia di bank sampel, dibawa untuk diperiksa,” katanya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta susu UHT. Seluruh komponen makanan tersebut diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kaitan dengan gejala yang dialami para siswa.

Fusia menegaskan, dugaan penyebab belum dapat disimpulkan sebelum hasil laboratorium diterima. Karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut.

“Hasil laboratorium paling cepat sekitar tiga kali 24 jam, jadi, kita tunggu hasil pemeriksaannya dan tidak boleh menduga-duga penyebabnya,” tegasnya.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan, para siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. Siswa yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi diberikan cairan, sedangkan mereka yang mengeluhkan mual dan sakit perut mendapat perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis.

Fusia menjelaskan, dari total 103 siswa yang mengalami gejala, satu siswa terindikasi memerlukan perawatan inap. Sementara itu, siswa lainnya dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi dan dinilai memungkinkan untuk melanjutkan pemulihan di rumah.

"Dari 103 siswa yang mengalami gejala, hanya satu yang terindikasi perlu rawat inap, sisanya dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi dan dinyatakan memungkinkan oleh tim medis," jelasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com