Nasional . 24/10/2026, 15:30 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
BMKG mengidentifikasi beberapa faktor atmosfer yang berpotensi mendukung peningkatan pembentukan awan hujan, antara lain aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial, Gelombang Kelvin, sirkulasi siklonik, daerah pertemuan arus atau konvergensi, serta shearline atau belokan angin.
Selain itu, anomali positif suhu muka laut di perairan barat Sumatera Barat turut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan.
Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang di sejumlah daerah.
Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, kenaikan debit sungai, dan tanah longsor.
Warga di Daerah Rawan Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenali kawasan rawan bencana di lingkungan masing-masing serta mengetahui lokasi aman yang dapat dituju apabila terjadi kondisi darurat.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan perbukitan, dan daerah rawan longsor diminta memberikan perhatian khusus terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Kenaikan debit sungai secara cepat, peningkatan muka air, serta munculnya material longsoran perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya yang membutuhkan respons segera.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan arahan petugas, segera melaporkan kejadian bencana kepada pihak terkait, dan mengutamakan keselamatan saat hujan lebat berlangsung.
Pantau Informasi Resmi BMKG
Untuk memperoleh informasi cuaca dan peringatan dini terbaru, masyarakat dapat mengakses aplikasi InfoBMKG untuk Android dan iOS serta akun Instagram @bmkgminangkabau.
Naskah sumber juga mencantumkan layanan informasi melalui WhatsApp di nomor 081268125907. Masyarakat sebaiknya memastikan nomor tersebut masih aktif dan merupakan kanal resmi sebelum menggunakannya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan selama periode peringatan 23–25 Oktober 2026. Pemantauan informasi resmi, pengenalan risiko di lingkungan sekitar, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material.
Rizal/Disway Sumbar
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media