Politik . 24/10/2026, 20:14 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
Belajar dari Praktik Koperasi Negara Lain
Gede menilai pengembangan koperasi berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan Denmark, yang menurutnya memiliki kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 40 persen.
Ia kemudian membandingkannya dengan Indonesia, yang disebutnya baru mencatatkan nilai sekitar Rp200 triliun dari total produk domestik bruto sekitar Rp25.000 triliun.
"Sebenarnya ide bagus, Pak Prabowo membuat KDMP. Karena kalau kita melihat ke negara-negara lain, seperti Denmark, itu kontribusi koperasi di PDB-nya bisa menyentuh 40 persen. Bandingkan dengan Indonesia, yang hanya mencatatkan 200 triliun dari GDP yang senilai Rp25 ribu triliun. Gak nyampai 1 persen," ucapnya.
Gede juga menyinggung Vietnam sebagai contoh negara yang memiliki koperasi dengan jumlah anggota besar. Menurutnya, koperasi di sejumlah negara bahkan berkembang hingga mengelola berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan dan pendidikan sampai layanan perbankan.
Bagi Gede, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa koperasi dapat berperan lebih luas dalam perekonomian apabila dibangun dengan tata kelola dan mekanisme yang tepat.
Ia menegaskan, evaluasi program pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada tujuan yang ingin dicapai, tetapi juga pada cara pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Jadi, tujuannya sudah baik, hanya yang perlu dibenahi adalah caranya," pungkas Gede.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media