Politik . 28/10/2026, 21:06 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan menjadi langkah yang perlu diperkuat Indonesia dalam menghadapi persoalan kabut asap lintas batas.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, perhatian dan kritik Malaysia serta Singapura terhadap masalah tersebut telah didengar Indonesia.
Dalam pidato peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026, Dasco menekankan bahwa kritik dari negara tetangga tidak perlu ditanggapi dengan rasa tersinggung. Menurutnya, Indonesia perlu menjawab kritik melalui tindakan nyata yang hasilnya dapat diuji.
“Kritik tidak perlu dibalas dengan ketersinggungan; kritik perlu dijawab dengan kerja yang dapat diuji,” kata Dasco.
Dasco mengatakan, DPR RI menghargai perhatian negara-negara tetangga tanpa harus menyetujui seluruh penilaian yang mereka sampaikan. Ia menilai perlindungan terhadap warga terdampak, penguatan upaya pencegahan, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan harus menjadi perhatian utama.
Pertanggungjawaban pelaku usaha juga menjadi hal penting yang perlu dipastikan, termasuk bagi perusahaan yang menjalankan rantai kegiatan lintas negara.
Dalam menyikapi persoalan lintas batas, Dasco menegaskan Indonesia harus tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia menyatakan Indonesia tidak boleh menjadi perpanjangan tangan kepentingan negara mana pun, tetapi tetap perlu membuka ruang kerja sama dengan negara lain.
Pada bidang pertahanan, Dasco menjelaskan bahwa prinsip defensif aktif menuntut Indonesia untuk tetap waspada, memiliki kemampuan mencegah ancaman, serta mengambil inisiatif secara terukur tanpa mencari permusuhan.
“Kita harus tegar dan tegas menjaga kedaulatan, sekaligus arif menjaga perdamaian,” ujarnya.
Dasco juga menilai hubungan antarparlemen negara-negara ASEAN perlu diperkuat secara berkelanjutan, bukan hanya ketika krisis terjadi. Menurutnya, kerja sama regional perlu mencakup berbagai persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas negara.
Sejumlah bidang yang ia tekankan meliputi pencegahan bencana, keamanan siber, ketahanan pangan dan energi, serta penyelesaian persoalan lintas batas.
Dasco menilai hubungan bertetangga yang baik membutuhkan sikap saling menghormati, komunikasi terbuka, dan kemauan mencari solusi bersama.
“Kita tidak dapat memilih tetangga, tetapi kita dapat memilih cara bertetangga: saling menghormati, berbicara terus terang, dan mencari jalan keluar bersama,” kata Dasco.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media