Nasional . 31/10/2026, 15:50 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat upaya pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda melalui pengukuhan 50 Duta Damai di Sumatera Utara. Program yang dilaksanakan di Medan, Jumat, tersebut menjadi bagian dari kegiatan Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai BNPT Tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kontra Radikalisasi BNPT, Kolonel Corps Peralatan (Cpl.) Hendro Wicaksono, mengatakan perkembangan ruang digital membawa tantangan tersendiri bagi anak-anak dan generasi muda. Kemudahan mengakses informasi juga membuka peluang terpapar konten intoleran, provokasi, hingga narasi yang mengandung unsur kekerasan.
"Karena itu, ketahanan digital perlu diperkuat agar generasi muda mampu mengenali dan menangkal pengaruh negatif sekaligus bijak bermedia sosial," ujar Hendro dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurut Hendro, regenerasi Duta Damai juga penting dilakukan dengan mempertimbangkan rekam jejak aksi terorisme yang pernah terjadi di Sumatera Utara. Ia mengingatkan bahwa sikap intoleransi dapat menjadi awal berkembangnya paham radikal yang berpotensi mendorong tindakan terorisme.
Karena itu, generasi muda diharapkan berperan aktif mengisi ruang digital dengan informasi yang positif dan bermanfaat. Mereka dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarkan pesan perdamaian sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Sumatera Utara.
Kearifan Lokal Jadi Benteng Toleransi
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara, Arifudin Muda Harahap, turut menyoroti pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa radikalisme dapat berakar dari sikap memaksakan kehendak kepada orang lain. Dalam masyarakat Sumatera Utara yang terdiri atas beragam latar belakang, lunturnya rasa saling menghargai berisiko memicu gesekan sosial.
Arifudin mencontohkan tradisi mencium tangan ketika bersalaman yang mulai ditinggalkan. Padahal, menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang mencerminkan penghormatan kepada orang lain dan perlu dipertahankan sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak merespons konten bermuatan radikalisme di media sosial dengan cara yang justru memicu pertengkaran.
“Ketika menghadapi isu radikal di medsos, jangan dilawan secara langsung karena hanya memicu perang medsos. Tapi, berikan pencerahan melalui akun-akun edukasi tentang bagaimana sebenarnya beragama,” kata Arifudin.
Peserta Dibekali Kemampuan Produksi Konten Positif
Dukungan terhadap program Duta Damai BNPT juga disampaikan Pemerintah Kota Medan. Mewakili Wali Kota Medan Rico Triputra Bayu As, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Medan, Sofyan, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.
Menurut Sofyan, materi pelatihan yang diberikan memiliki relevansi dengan kebutuhan komunikasi di era digital. Keterampilan menulis dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan yang mencerahkan, sementara desain komunikasi visual membantu menyajikan pesan secara kreatif. Penguasaan teknologi informasi juga memungkinkan pesan kebangsaan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Perdamaian tidak hanya dibangun melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, tindakan, serta keteladanan,” kata Sofyan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media