Hukum dan Kriminal . 31/10/2026, 12:24 WIB

Prabowo Sebut Korupsi Ancaman bagi Bangsa, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Berkualitas

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya nasional dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat.

Menurut Prabowo, pembangunan sektor pendidikan memerlukan dukungan investasi dan pembiayaan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya negara harus dilakukan secara bertanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan mendukung kemajuan nasional.

"Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar. Karena itu sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga. Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh dikorupsi," ujar Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Provinsi Jawa Barat, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menilai tindakan korupsi tidak sekadar berdampak pada kerugian keuangan negara, tetapi juga dapat merusak fondasi pembangunan dan menghambat pencapaian tujuan bangsa.

"Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti peran pendidikan sebagai unsur penting dalam membangun masa depan Indonesia. Ia berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa atau nation building bergantung pada proses pendidikan yang berkesinambungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga pendidikan formal di berbagai jenjang.

"Kunci daripada keberhasilan nation building adalah pendidikan. Pendidikan dari sangat awal, pendidikan dari sebelum lahir, pendidikan orang tua, pendidikan usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, pertama, sekolah lanjutan, dan seterusnya," tuturnya.

Prabowo menjelaskan, pendirian SMA Taruna Nusantara merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan. Lembaga pendidikan tersebut diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian dan moral yang kuat.

Menurutnya, proses seleksi calon pemimpin perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemampuan. Kecerdasan intelektual saja dinilai belum cukup tanpa disertai integritas, ketahanan fisik, dan kematangan karakter.

"Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya," kata Prabowo.

Selain menekankan kualitas pendidikan, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Ia menyatakan bahwa latar belakang ekonomi, suku, ras, maupun agama tidak seharusnya menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan SMA Taruna Nusantara yang diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa berpotensi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Prabowo berharap, para lulusan lembaga tersebut kelak mampu menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Generasi muda yang mendapatkan pendidikan berkualitas diharapkan dapat berperan dalam memperkuat kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

"Bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara," tandasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com