Nasional . 31/10/2026, 12:12 WIB

Flyover Bulak Kapal Mulai Dibangun November 2026, Anggaran Fisik Rp186 Miliar

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur terus dimatangkan oleh pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bekasi. Proyek dengan nilai pembangunan fisik sekitar Rp186 miliar tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap pengerjaan pada November 2026.

Target penyelesaian proyek ditetapkan pada triwulan pertama 2028. Hal itu mengemuka dalam kunjungan lapangan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Dalam agenda tersebut, AHY dan Tri Adhianto memeriksa dua lokasi infrastruktur penting di Kota Bekasi, yakni Jembatan Kemang Pratama di Bekasi Selatan serta kawasan Bulak Kapal yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan flyover.

Kunjungan itu bertujuan meninjau kesiapan proyek sekaligus mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang perlu segera ditangani untuk mendukung aktivitas masyarakat.

AHY menilai pembangunan Flyover Bulak Kapal perlu segera direalisasikan mengingat tingginya frekuensi perjalanan kereta api dan kendaraan bermotor di kawasan tersebut. Perlintasan sebidang yang menjadi titik pertemuan kedua arus transportasi itu selama ini berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan.

Ia menjelaskan, kereta rel listrik (KRL) melintasi kawasan Bulak Kapal dengan interval sekitar lima menit. Frekuensi perjalanan tersebut turut memengaruhi kelancaran lalu lintas kendaraan yang melintas setiap hari.

"Setiap lima menit KRL lewat. Jadi, ini isu yang sudah lama, ketika traffic akan sangat terdampak oleh mobilitas kereta, yang itu juga digunakan secara masif oleh masyarakat kita untuk melakukan perjalanan setiap hari," terang AHY di Bekasi, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pembangunan flyover dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain mengurangi antrean kendaraan, keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan di sekitar perlintasan kereta api.

AHY berharap flyover tersebut nantinya mampu memperlancar pergerakan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Kelancaran akses juga diharapkan mendukung distribusi barang dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan.

Dari segi pendanaan, keseluruhan kebutuhan anggaran proyek diperkirakan mencapai Rp312 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas biaya pembebasan lahan sebesar Rp126 miliar yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi serta anggaran pembangunan fisik sekitar Rp186 miliar.

Adapun flyover direncanakan memiliki panjang kurang lebih 500 meter. Perencanaan konstruksinya akan memperhatikan standar keselamatan dan persyaratan teknis yang ditetapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penyediaan ruang bebas atau clearance sekitar 7,5 meter. Ketentuan tersebut diperlukan agar konstruksi flyover tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api yang melintasi kawasan Bulak Kapal.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com