Eksploitasi Pemain Oriental Circus Indonesia, DPR Desak Polisi Periksa Taman Safari

news.fin.co.id - 16/04/2025, 21:52 WIB

Eksploitasi Pemain Oriental Circus Indonesia, DPR Desak Polisi Periksa Taman Safari

Ilustrasi Sirkus. (Dok. Taman Safari Indonesia)

fin.co.id - Sorotan tajam kini mengarah pada dugaan kekerasan dan eksploitasi yang dialami mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI). Kasus ini mencuat setelah beberapa korban yang pernah tampil di bawah naungan Taman Safari Indonesia melaporkan perlakuan tak manusiawi yang mereka alami selama bertahun-tahun.

Anggota Komisi III DPR, Abdullah, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap situasi tersebut. Menurutnya, kekerasan dan eksploitasi terhadap pekerja sirkus, terlebih jika terjadi dalam jangka panjang, tidak bisa ditoleransi.

"Kejahatan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Ini pelanggaran hukum yang serius," tegasnya, Rabu, 16 April 2025.

Ia meminta Mabes Polri segera turun tangan untuk memeriksa manajemen Taman Safari Indonesia secara menyeluruh. Menurutnya, transparansi dari pihak pengelola sangat dibutuhkan agar kasus ini bisa terungkap dengan jelas.

Advertisement

"Taman Safari harus bersikap terbuka. Jangan ada yang disembunyikan. Bila memang ada kekerasan sejak lama, itu harus dibuka seterang-terangnya," ujar Abdullah.

Lebih lanjut, ia juga mendorong aparat kepolisian untuk memeriksa semua pihak terkait, termasuk pemilik OCI dan para saksi yang pernah menjadi bagian dari sirkus tersebut. Abdullah menyoroti bahwa sebelumnya kasus ini pernah ditangani oleh polisi, namun penyelidikannya terhenti tanpa kejelasan.

"Kali ini penyelidikan harus dilakukan secara profesional, menyeluruh, dan transparan. Jangan sampai ada pelaku yang lolos dari jerat hukum," tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia yang kini telah dewasa melaporkan dugaan eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia ke Kementerian Hukum dan HAM. Bersama kuasa hukum mereka, Muhammad Sholeh, para korban juga mendorong pemerintah membentuk tim pencari fakta lintas sektor untuk menyelidiki kasus ini.

Menurut Sholeh, kerja sama antar kementerian — mulai dari KemenHAM hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak — sangat dibutuhkan agar keadilan bagi para korban dapat benar-benar terwujud.

"Kasus seperti ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada tindakan nyata dari semua pihak," ujarnya.

Kasus dugaan eksploitasi di tubuh Oriental Circus Indonesia bukan hanya soal hukum, tapi juga soal kemanusiaan yang menuntut keadilan. (Anisha Aprilia)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi