Kendati angka prevalensi stroke pada jemaah haji tidak selalu dipublikasikan secara terpisah, interaksi antara penyakit-penyakit kronis tersebut dan kondisi berat ibadah haji meningkatkan risiko kejadian fatal.
Sebagaimana terlihat dari data keseluruhan, sekitar 73% jemaah haji pada periode tertentu diketahui memiliki penyakit penyerta.
Kombinasi dari kondisi tersebut dapat memicu gangguan akut, seperti stroke atau kerusakan organ lainnya.
(Annisa Zahro)