Pemerintah Arab Saudi Tutup Pengajuan Visa untuk Semua Jemaah Haji

news.fin.co.id - 30/05/2025, 11:08 WIB

Pemerintah Arab Saudi Tutup Pengajuan Visa untuk Semua Jemaah Haji

Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib mengatakan, tiga menteri melepas keberangkatan calon jemaah haji kloter pertama ke Tanah Suci, Kamis, 1 Mei 2025. Foto: Dimas Rafi

fin.co.id - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah menutup seluruh proses pemvisaan jemaah haji. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis visa, termasuk haji reguler, haji khusus, mujamalah, dan lainnya.

“Saya sudah mendapat konfirmasi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahwa proses pemvisaan sudah tutup per 26 Mei 2025, pukul 13.50 waktu Arab Saudi (WAS),” kata Hilman Latief dalam keterangannya, Jumat, 30 Mei 2025.

Indonesia mendapat 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Menurut Hilman, untuk haji reguler, Kementerian Agama telah memproses visa bagi 204.770 jemaah.

“Jadi meski kuota haji reguler hanya 203.320, visa yang diproses mencapai 204.770. Ini karena ada jemaah yang sudah terbit visanya tapi batal berangkat karena berbagai alasan,” paparnya.

Advertisement

Jumlah jemaah reguler yang batal berangkat tercatat mencapai 1.450 orang.

Selama proses, Kemenag terus mengejar waktu dengan sistem 'batal-ganti', yakni mengganti jemaah yang batal dengan peserta lain selama visa belum ditutup.

"Saat pemvisaan ditutup, ada 203.279 visa jemaah yang sudah terbit dan siap berangkat, termasuk di dalamnya batal-ganti," ujar Hilman.

Namun demikian, masih ada 41 visa yang belum selesai diproses saat sistem ditutup. Artinya, 41 visa yang masih dalam proses itu tidak bisa lagi dilanjutkan.

Hilman berharap seluruh jemaah yang sudah tervisa bisa berangkat ke Tanah Suci dan tidak ada lagi pembatalan mendadak hingga akhir masa pemberangkatan pada 31 Mei 2025.

"Sehingga kuota haji tahun ini bisa terserap maksimal. Per hari ini, tersisa 41 visa," tegasnya.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID