54.772 Warga Palestina Tewas saat Umat Muslim Rayakan Iduadha

news.fin.co.id - 08/06/2025, 18:56 WIB

54.772 Warga Palestina Tewas saat Umat Muslim Rayakan Iduadha

Situasi di Gaza. (Sumber X @AssalRad)

fin.co.id - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa setidaknya 54.772 warga Palestina telah tewas akibat kejahatan perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.

Dalam pernyataan resminya yang dikeluarkan Sabtu, kementerian menyebut sebanyak 95 jenazah telah dibawa ke rumah sakit dalam 48 jam terakhir, sedangkan 304 orang lainnya mengalami luka-luka. Dengan demikian, total korban luka akibat agresi Israel telah mencapai 125.834 orang.

“Masih banyak korban yang terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, namun tim penyelamat tidak mampu menjangkau mereka,” tambah pernyataan tersebut.

Militer Israel kembali menggempur Gaza sejak 18 Maret sekaligus mengakhiri kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku sejak Januari.2025.

Advertisement

Serangan sejak 18 Maret itu saja telah menewaskan 4.497 orang dan melukai 13.793 lainnya.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakan kekerasan terhadap warga sipil di Gaza.

Warga Sipil Palestina Diserang Pasukan Israel

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Sabtu (7/6), melaporkan bahwa warga sipil yang kelaparan di Jalur Gaza menjadi sasaran serangan brutal pasukan Israel saat mereka berupaya mendapatkan makanan di pusat distribusi bantuan Rafah.

Dalam pernyataannya, UNRWA mengutip kesaksian seorang warga Palestina yang selamat dari serangan di pusat distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (Yayasan Kemanusiaan Gaza/GHF) bentukan Amerika Serikat dan Israel dengan dalih bantuan kemanusiaan.

Menurut pernyataan UNRWA itu, warga Palestina yang kelaparan, dalam keputusasaan  mencari makanan, justru menghadapi serangan brutal dari militer Israel di pusat-pusat distribusi tersebut sehingga nyawa mereka terancam.

Banyak di antara mereka pulang dengan tangan kosong setelah berhasil selamat dari serangan, tambah pernyataan itu.

UNRWA menegaskan pentingnya segera mengaktifkan kembali distribusi bantuan yang aman bagi warga Gaza.

Advertisement

Bantuan tersebut, menurut mereka, harus disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi PBB, termasuk UNRWA.

Sejak 27 Mei, militer Israel melakukan serangan ke sejumlah zona distribusi bantuan yang didirikan GHF. Pasukan Zionis itu melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang berkumpul di pusat-pusat distribusi yang berada di "zona penyangga" buatan Israel.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID