Tak sekadar hiburan, Jakarta Festival Sukapura juga membuka peluang ekonomi bagi warga. Panitia mencatat ada 32 stand UMKM dan total 48 pedagang yang berpartisipasi. Berbagai produk dijajakan, mulai kuliner Betawi, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.
Ketua LMK Kelurahan Sukapura, Fahrul Rozi atau yang akrab disapa Haji Alung, mengatakan festival tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya. Bahkan, pihaknya berencana menggandakan skala festival pada 2026 dengan melibatkan seluruh sekolah di Sukapura agar para pelajar bisa tampil dan unjuk kreasi.
“Insya Allah tahun depan kita buat acara tiga kali lipat lebih besar. Untuk pendanaan, kami dapat sponsorship dari perusahaan sekitar Sukapura seperti KBN, Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, Komatsu, dan lainnya,” ungkap Haji Alung.
Ia menambahkan, pihaknya mengusulkan agar wilayah Green Orchard dijadikan lokasi Car Free Day mingguan. Tujuannya untuk mendukung aktivitas UMKM agar warga punya pemasukan rutin.
“Car Free Day bisa bantu UMKM dapat penghasilan rutin,” tegas Haji Alung.
Harap Jadi Event Tahunan
Penampilan kesenian Gambang Kromong di Jakarta Festival Sukapura, dalam rangka HUT ke 498 Jakarta (Sigit Nugroho)
Ketua Panitia Jakarta Festival Sukapura yang juga Anggota LMK Sukapura, Saiful Bahri, menegaskan komitmen LMK agar Jakarta Festival Sukapura digelar rutin setiap tahun. Ia menyebut partisipasi warga sangat tinggi dan menjadi potensi besar untuk pelestarian budaya Betawi sekaligus pemberdayaan ekonomi.
“Kami LMK diamanahkan warga untuk melaksanakan HUT Jakarta ke-498 ini. Harapannya, Jakarta Festival Sukapura bisa menjadi event tahunan,” kata Saiful.
Festival ini menjadi contoh bagaimana perayaan budaya lokal mampu memberi dampak ekonomi positif sekaligus memperkuat identitas kultural warga Jakarta Utara. (*)