Bandara Kertajati Tanpa Penerbangan Domestik: Infrastruktur Strategis Terancam Mati Suri

news.fin.co.id - 30/06/2025, 21:35 WIB

Bandara Kertajati Tanpa Penerbangan Domestik: Infrastruktur Strategis Terancam Mati Suri

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. ANTARA/Ricky Prayoga

fin.co.id - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati resmi tidak melayani penerbangan domestik terhitung mulai 2 Juni 2025 hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Biro BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Jawa Barat, Deny Hermawan.

“Untuk penerbangan domestik dari dan menuju Bandara Kertajati terhitung mulai tanggal 2 Juni 2025 sementara belum tersedia,” kata Deny di Bandung, Senin (30/6/2025).

Penghentian seluruh rute domestik ini terjadi setelah maskapai Super Air Jet menghentikan operasional penerbangan ke Medan, Denpasar, dan Balikpapan.

Sebelumnya, beberapa maskapai lain seperti Lion Air, Citilink, dan Air Asia juga sudah lebih dulu menghentikan layanan dari dan ke Kertajati.

Menurut Deny, keputusan maskapai tersebut disebabkan keterbatasan armada sekaligus rendahnya tingkat okupansi.

“Maskapai memprioritaskan untuk melayani penerbangan dengan rate okupansi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Deny memastikan BIJB Kertajati tetap beroperasi terbatas untuk melayani penerbangan internasional menuju Singapura oleh maskapai Scoot, yang berjadwal setiap Selasa dan Sabtu. Selain itu, bandara ini juga tetap melayani kedatangan jemaah haji.

“Untuk kloter 1 sampai 7 sudah terlayani, dan nanti sampai 11 Juli akan menyelesaikan kedatangan total 21 kloter,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Goena menekankan BIJB Kertajati harus diselamatkan karena merupakan Proyek Strategis Nasional sekaligus aset kebanggaan Jawa Barat.

“Oleh karena itu, kita juga harus fokus ke sana. Kita upayakan bagaimana BIJB ini bisa menjadi bandara kebanggaan Jawa Barat. Kita harus upayakan penyelamatan,” tegas Buky.

Ia mengungkapkan salah satu upaya adalah mendorong Kertajati menjadi pusat perjalanan haji dan umrah, meskipun hingga kini belum berhasil menambah kuota keberangkatan dari Kementerian Agama.

“Kami sudah mendesak supaya ada tambahan kuota haji agar bandara itu hidup, hanya memang belum berhasil,” katanya.

Terkait wacana mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Buky menilai hal itu tidak efektif. Menurutnya, Bandara Husein sudah tidak memadai untuk pesawat besar dan berpotensi memperparah kemacetan.

“Kalau menurut saya, Husein sudah tidak efektif. Panjang landasannya kurang, dan keluar-masuknya juga menambah macet,” pungkasnya.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID