Menteri KMP Berbondong-bondong Minta Tambahan Anggaran, Ada yang Capai Rp63,7 Triliun, untuk Apa saja?

news.fin.co.id - 09/07/2025, 17:21 WIB

Menteri KMP Berbondong-bondong Minta Tambahan Anggaran, Ada yang Capai Rp63,7 Triliun, untuk Apa saja?

Ruang Rapat Komisi III DPR RI. Foto: Fajar Ilman

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra juga ikut mengusulkan tambahan Rp100,6 miliar dari pagu indikatif sebesar Rp124,6 miliar.

"Kami dalam rangka untuk mencapai seluruh program yang ingin kami lakukan di 2026, kami kembali mengusulkan kepada Saudara Saudara Pimpinan agar belanja non-operasional dan juga belanja modal kiranya dapat ditambahkan sejumlah Rp 100,609 miliar untuk menambahi pagu anggaran," kata Yusril.

5. Kementerian Koordinator (Kemenko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengusulkan tambahan anggaran Rp200 miliar untuk proyek strategis nasional.

Advertisement

"Beberapa flagship program yang menjadi arahan prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, seperti pengembangan Giant Sea Wall dari Jakarta hingga Jawa Timur, terus kami kawal dan kembangkan agar konsepnya semakin matang dan bisa segera dijalankan," ujar Menko AHY.

AHY juga mendapat penugasan khusus untuk pengembangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang akan diperluas hingga Surabaya:

"Kami juga mendapatkan tugas khusus untuk mengawal kelanjutan dari pembangunan kereta api cepat. Ini akan meningkatkan bukan hanya konektivitas, tetapi juga membangun dan membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi di daerah yang semakin maju," jelas AHY.

6. Kementerian Koordinator Bidang Pangan

Menko Pangan Zulkifli Hasan atau dikenal Zulhas meminta tambahan anggaran Rp272 miliar, jauh dari pagu indikatif yang hanya Rp137 miliar.

"Misalnya seperti program Desa Merah Putih, itu saya harus keliling Indonesia untuk menyampaikan langsung ke daerah agar program bisa dipahami dan dijalankan," ungkap Zulhas.

7. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)

Menko PMK Pratikno meminta tambahan anggaran Rp207,2 miliar dari total kebutuhan Rp314 miliar. Alasannya, karena pagu indikatif hanya Rp106,8 miliar.

"Jadi kami sangat galau dengan pemanfaatan digital yang semakin brisiko, banyak manfaatnya tapi juga banyak risikonya. Oleh karena itu kami sampaikan perlu membuat pendidikan For all kita koordinasikan semua warga negara harus bijak dan cerdas dalam berdigital dan ber-AI," kata Pratikno.

8. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga mengusulkan tambahan Rp276,1 miliar, dari total kebutuhan Rp500,1 miliar. Saat ini, Kementerian yang dinahkodai Cak Imin baru mendapat anggaran Rp223,9 miliar.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID