fin.co.id - Qudwah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, Palestina, hingga bencana kelaparan yang mencapai titik darurat.
Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengungkapkan, pihaknya mengajak seluruh entitas dan mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan nyata.
“Qudwah Indonesia mengajak seluruh mitra kolaborasi, donatur, relawan, pemerintah, untuk bergerak bersama dalam membantu Palestina. Dan kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai macam pihak seperti MUI, DPR, dan pemerintah Indonesia untuk membantu serta bergerak bersama menyelamatkan saudara-saudara kita di Gaza," ungkap Lukman Hakim dalam keterangan resmi.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tercatat 86 warga Palestina, termasuk 76 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kekurangan gizi penyerangan Israel dimulai.
Selain itu situasi semakin mengkhawatirkan, berdasarkan otoritas kesehatan Gaza ada sekitar 17 ribu anak di wilayahnya menderita malnutrisi parah.
Dr. Mohammed Abu Afash dari Lembaga Bantuan Medis Gaza menyatakan, malnutrisi anak ini di Palestina telah mencapai tingkat tertinggi.
Anak-anak, perempuan, dan lansia tercatat menjadi korban paling rentan dari genosida yang berlangsung lama, serta minimnya akses bantuan kemanusiaan.
Adapun bantuan yang diberikan Amerika di Gaza menjadi jebakan yang berakhir pada kematian, pasukan Israel menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya.
Hal itu terjadi ketika kerumunan orang yang putus asa, berkumpul di pusat distribusi makanan di Gaza saat bantuan diberikan.
Menyikapi kondisi yang telah terjadi tersebut, Qudwah Indonesia terus melakukan langkah-langkah nyata sebagai berikut:
- Menyalurkan bantuan setidaknya 2-3 kali dalam 1 bulan, berupa makanan siap saji dan paket nutrisi darurat melalui mitra resmi di Gaza Palestina.
- Menggalang dana darurat dari publik untuk menjangkau lebih banyak keluarga-keluarga di Gaza.
- Menyuarakan kondisi Gaza ke dunia internasional sebagai bentuk advokasi kemanusiaan.