fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyampaikan rencana untuk membangun kembali Pasar Taman Puring di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang hangus dilalap api pada Senin sore, 28 Juli 2025. Menurut Pramono, pasar tersebut masih memiliki peran vital dalam aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta.
"Tentunya tetap akan kita perbaiki, kita persiapkan karena pasar itu adalah pasar rakyat yang dibutuhkan oleh rakyat," ujar Pramono saat berada di Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, Selasa, 29 Juli 2025.
Pramono, yang akrab disapa Mas Pram, menuturkan, Pasar Taman Puring termasuk pasar legendaris dan telah tiga kali mengalami kebakaran, yakni pada 29 Juni 2002, 13 April 2005, dan yang terbaru pada 28 Juli 2025.
Ia menjelaskan, kebakaran terbaru menghanguskan sekitar 500 kios. Meski demikian, Mas Pram memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Di situ kan kios-kiosnya kecil-kecil dan padat," jelasnya.
Politikus dari PDI Perjuangan ini mengapresiasi sinergi antarinstansi yang memungkinkan penanganan kebakaran berlangsung cepat dan efisien.
"Begitu kebakaran jam 6 sore saya langsung koordinasi dengan Wali Kota dan tim turun ke lapangan dan pemadaman bisa dilakukan dengan bantuan damkar dan sebagainya," katanya.
Ia menegaskan akan segera melakukan koordinasi bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
"APAR itu sudah Pergub (Peraturan gubernur) dan kita wajibkan," tegasnya.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran terjadi pada Senin, 28 Juli 2025 sekitar pukul 18.00 WIB. Sebanyak 35 armada pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api, dan proses pemadaman dinyatakan rampung pada pukul 01.30 WIB keesokan harinya. Total 552 kios dilaporkan terbakar.
Wacana Relokasi Pedagang
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, mengusulkan agar Pemprov DKI mempertimbangkan relokasi para pedagang dari Pasar Taman Puring ke lokasi yang lebih aman.
Ia berpendapat bahwa frekuensi kebakaran di pasar tersebut sudah terlalu sering, sehingga langkah relokasi atau pembangunan ulang dengan sistem keamanan modern menjadi penting.
"Atau melakukan redevelopment total dengan sistem keselamatan modern," ucap Mujiyono.
Ia juga mendorong pembaruan regulasi pengelolaan pasar yang lebih ketat dan progresif, dengan fokus pada keselamatan, inspeksi rutin, dan akuntabilitas pengelola terhadap standar teknis minimum.