fin.co.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Retret Kadin 2025 yang digelar di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, memiliki tujuan utama membentuk karakter pengusaha yang bermental pejuang dan militan. Ia menekankan bahwa semangat juang tersebut menjadi kunci bagi pengusaha untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Bukan Sekadar Nuansa Militer
Anindya menegaskan, meski acara ini melibatkan unsur pendukung seperti penggunaan pesawat Hercules dan suasana militer, inti dari kegiatan ini bukanlah pada atribut atau simbol tersebut. Baginya, esensi retret adalah membangun mental dan karakter pengusaha yang tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Intinya bukan soal pakai (pesawat) Herculesnya, dan bukan juga soal militernya. Tapi bagaimana Indonesia bisa mempunyai pengusaha-pengusaha pejuang atau pejuang ekonomi,” ujar Anindya saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 8 Agustus 2025.
Kolaborasi Pengusaha dan Pemerintah
Selain pembentukan karakter, Anindya berharap retret ini juga menjadi momentum untuk mempererat kerja sama antara pelaku usaha dan pemerintah. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Ia menambahkan, Kadin Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran pengusaha dalam pembangunan ekonomi nasional. Langkah tersebut diwujudkan melalui empat program cepat tepat atau quick win yang telah berjalan.
Empat Program Quick Win Kadin Indonesia
1. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Gotong Royong
Program ini telah hadir di seluruh provinsi dengan dukungan 256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 25 provinsi. Tujuannya adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat secara merata sebagai pondasi sumber daya manusia yang unggul.
2. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Gotong Royong
Kadin Indonesia juga menginisiasi pemeriksaan kesehatan gratis untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas kerja.
3. Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing Tenaga Kerja Migran Gotong Royong
Program ini fokus pada peningkatan keterampilan tenaga kerja migran Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global.