Pramono Anung Perintahkan Proyek Galian TB Simatupang Rampung November, Biar Horor Macet Gak Berlarut

news.fin.co.id - 24/08/2025, 15:54 WIB

Pramono Anung Perintahkan Proyek Galian TB Simatupang Rampung November, Biar Horor Macet Gak Berlarut

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

fin.co.id - Kemacetan horor di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, bikin warga geram. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya turun tangan. Ia menegaskan proyek galian di ruas padat itu wajib rampung pada November 2025, lebih cepat dari target awal Desember.

“Ada percepatan. November saya minta selesai. Awalnya Desember, tapi saya minta dimajukan satu setengah bulan,” tegas Pramono saat ditemui di kawasan Sudirman, Minggu, 24 Agustus 2025.

Strategi Percepat Pengerjaan

Untuk mengurai kemacetan, Pramono juga memerintahkan pagar proyek diperkecil agar tidak memakan badan jalan. Sementara itu, sebagian trotoar akan digunakan sebagai jalur lalu lintas hingga proyek selesai. “Sampai November kita gunakan dulu untuk lalu lintas. Setelah itu, trotoar dikembalikan seperti semula,” jelasnya.

Advertisement

Pramono pun meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak. Menurutnya, proyek galian itu penting untuk infrastruktur kota, mulai dari pemasangan kabel bawah tanah, sanitasi, hingga saluran air.

Langkah Cepat Pemprov DKI

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur, Yustinus Prastowo, menjabarkan tujuh langkah darurat yang sudah disiapkan Pemprov DKI. Mulai dari evaluasi proyek IPALD Paljaya sepanjang 7 km di Cilandak dan perpipaan Rusun Tanjung Barat sejauh 4 km, hingga percepatan pengerjaan 24 jam non-stop.

Tak hanya itu, koordinasi dengan pemerintah pusat juga dilakukan, seperti mengatur buka-tutup pintu tol saat jam sibuk. Area publik pun akan dioptimalkan untuk halte dan parkir sementara agar kendaraan umum tidak menumpuk.

Trotoar di titik bottleneck juga bakal dimanfaatkan jadi jalur tambahan. Sinergi lintas lembaga diperkuat, mulai dari Polri, Dishub, Satpol PP, MRT, hingga Transjakarta. Informasi real time lalu lintas juga akan dibuka lewat Google dan platform navigasi lain agar warga bisa memilih jalur alternatif.

Solusi Jangka Menengah

Tak hanya itu, Pemprov juga mengkaji pembangunan underpass atau flyover di perempatan besar TB Simatupang. Langkah ini diyakini bisa jadi solusi permanen untuk mengurai kepadatan di kawasan tersebut. (CAHYONO)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID