Ricuh Aksi Mahasiswa di DPR RI, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

news.fin.co.id - 28/08/2025, 17:24 WIB

Ricuh Aksi Mahasiswa di DPR RI, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta - Fajar Ilman -

fin.co.id - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, kembali memanas pada Kamis sore, 28 Agustus 2025. Demonstrasi yang awalnya berlangsung bergantian antara buruh dan mahasiswa berakhir ricuh setelah massa melempari botol ke arah kompleks parlemen sekitar pukul 15.35 WIB.

Bagaimana Kronologi Aksi Ricuh di DPR?

Kericuhan pecah tak lama setelah massa buruh membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. Massa buruh sebelumnya telah menggelar aksi dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan pekerja. Namun, kondisi berubah saat kelompok mahasiswa dari berbagai kampus tiba di lokasi dengan mengenakan almamater dan membawa atribut aksi.

Mereka kemudian memulai unjuk rasa dengan meneriakkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah. Kekecewaan itu akhirnya memicu aksi lempar botol ke arah gedung parlemen. Situasi pun memanas dan menimbulkan ketegangan di depan DPR.

Advertisement

Bagaimana Respon Aparat Keamanan?

Melihat eskalasi yang semakin tinggi, aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kompleks DPR langsung mengambil tindakan. Dengan dukungan kendaraan taktis, polisi menggunakan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Aksi saling dorong dan kepanikan pun terjadi. Massa berlarian menyelamatkan diri dan akhirnya dipukul mundur hingga ke sekitar Gedung TVRI di Jalan Gerbang Pemuda. Meski sebagian berhasil dipukul mundur, masih ada kelompok mahasiswa yang bertahan di sekitar lokasi dan menolak untuk bubar.

Apa Tuntutan Mahasiswa dan Buruh?

Aksi unjuk rasa mahasiswa pada hari itu berangkat dari kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Mereka menyampaikan kritik langsung terhadap pemerintah dan DPR, yang dianggap gagal memenuhi aspirasi masyarakat.

Sementara itu, tuntutan buruh yang sempat disuarakan sebelum mahasiswa datang antara lain kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%. Selain itu, buruh juga menuntut pembentukan Satgas PHK sebagai respon atas meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja yang terjadi belakangan ini.

Apa Dampak dari Aksi Ricuh Ini?

Kericuhan yang terjadi menyisakan jejak di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Bau gas air mata masih tercium kuat, sementara pagar gedung dipenuhi coretan berisi kritik dan tuntutan massa. Situasi ini semakin menambah panjang daftar demonstrasi yang terjadi di DPR dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk mencegah massa kembali ke area DPR, aparat keamanan tetap berjaga ketat di sekitar kawasan Senayan Park. Hingga malam, situasi di sekitar Senayan masih tegang dengan sebagian massa mahasiswa yang memilih bertahan.

Advertisement

Kenapa Aksi Ini Terus Terjadi?

Serangkaian aksi unjuk rasa di DPR mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat, baik dari kalangan buruh maupun mahasiswa. Tuntutan yang tidak terselesaikan dan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat menjadi pemicu utama gelombang demonstrasi yang terus berulang. Ricuhnya aksi 28 Agustus 2025 menunjukkan bahwa potensi konflik sosial semakin besar jika dialog antara pemerintah, DPR, dan rakyat tidak segera dibangun secara serius. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID