fin.co.id - Jalan desa di Kampung Gembong, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, kondisinya memprihatinkan lantaran tak pernah diperbaiki selama puluhan tahun.
Menurut warga, jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sindang Asih dan Desa Badak Anom ini sudah sekitar 30 tahun tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah setempat untuk diperbaiki.
Pantauan di lokasi, jalan sepanjang 1,5 kilometer itu lebih mirip kubangan lumpur. Tak ada lagi aspal yang merekat selain tanah merah dengan genangan air. Kondisi itu pun dikeluhkan oleh para warga yang mengaku seperti terisolasi setiap hujan tiba karena jalannya tidak bisa dilalui.
Parahnya lagi, saluran irigasi yang berada tepat di bahu jalan juga tak berfungsi akibat mengalami sedimentasi. Hal itu menyebabkan sawah-sawah milik petani setempat kekurangan air hingga menurunkan hasil panen.
"Sudah sekitar 30 tahun tidak pernah ada perhatian. Padahal warga sudah sering menyampaikan usulan perbaikan baik lewat Musrenbang atau pun ke dewan tapi tidak pernah ada realisasi," kata salah seorang warga bernama Opik (39), kepada wartawan di lokasi.
Kondisi jalan yang rusak parah itu juga sempat menyulut emosi warga. Saking kesalnya, jalan desa tersebut pernah ditanami padi oleh warga sebagai bentuk protes. Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan sehingga ketika malam jalan desa tersebut gelap gulita.
"Belum ada penerangan juga paling lampu di rumah-rumah warga doang jadi rawan kejahatan juga, jalan jelek, banyak yang pulang kerja pas malem, sering ada kejadian (begal motor)," ucapnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni yang meninjau langsung kondisi jalan desa tersebut mengaku akan melakukan perbaikan di tahun 2025 ini. Perbaikan tak hanya dilakukan pada kondisi jalannya tetapi juga pada saluran irigasi.
"Mulai Oktober ini akan kita perbaiki termasuk juga saluran irigasinya karena ada sekitar 500 hektar sawah tadah hujan yang masih produktif sehingga sangat memerlukan ketersediaan airnya," jelas Andra.
Disinggung kenapa perbaikannya dilakukan oleh Pemprov Banten bukan oleh Pemkab Tangerang, menurut Andra, ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dalam mendukung asta cita yang berkaitan dengan ketahanan pangan dalam hal membangun dari desa.
"Ada juga beberapa urusan provinsi yang secara kolaborasi dilakukan oleh Kabupaten dan InsyaAllah perbaikan jalan di dua desa ini akan segera kami lakukan," tukasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menambahkan, perbaikan jalan desa di Kabupaten Tangerang tersebut rencananya mulai dikerjakan di awal Oktober dan ditargetkan selesai pada Desember 2025, dengan total anggaran Rp6 miliar.
Kata dia, tak hanya di Kabupaten Tangerang perbaikan jalan desa juga akan dilakukan di Kabupaten lainnya di Provinsi Banten seperti di Serang, Lebak, dan Pandeglang.
"Tapi memang (perbaikan) paling banyak dilakukan di wilayah Lebak dan Pandeglang karena memang kondisi di sana harus lebih banyak perhatian," tandasnya.