DADA dan Skenario Akuisisi Global: Potensi Saham Menuju Rp230.000

news.fin.co.id - 18/09/2025, 21:41 WIB

DADA dan Skenario Akuisisi Global: Potensi Saham Menuju Rp230.000

Intinya:

  1. Rumor akuisisi global: Saham PT DADA Tbk dikaitkan dengan skenario backdoor listing yang melibatkan Mitsubishi Estate, Kajima Corporation, dan kemungkinan masuknya Vanguard melalui proxy Asia.
  2. Strategi perusahaan: DADA menunjukkan tanda perubahan dengan pembagian dividen perdana, peningkatan free float, serta lonjakan harga saham lebih dari 700 persen, mengindikasikan arah menuju standar investasi global.
  3. Proyeksi valuasi besar: Jika skenario benar terealisasi, kapitalisasi pasar DADA bisa mencapai USD 100 miliar dengan harga teoretis Rp230.000 per saham, membuka peluang transformasi menjadi saham multibagger.

fin.co.id — Saham PT DADA Tbk menjadi sorotan tajam pelaku pasar modal dalam beberapa pekan terakhir. Rumor yang beredar menyebut dua korporasi besar asal Jepang, Mitsubishi Estate dan Kajima Corporation, tengah menyiapkan aksi backdoor listing melalui emiten ini. Berbeda dengan kasus PANI yang melibatkan investor lokal, skenario DADA diyakini memiliki skala lebih besar karena melibatkan perusahaan terbuka dengan kapitalisasi ratusan triliun rupiah.

Advertisement

Jejak Vanguard di Balik Raksasa Jepang

Yang membuat isu ini semakin menarik adalah jejak The Vanguard Group di belakang Mitsubishi dan Kajima. Penelusuran publik menunjukkan Vanguard konsisten menjadi pemegang saham di kedua perusahaan tersebut. Dengan dana kelolaan mencapai USD 10,2 triliun—setara 50 kali APBN Indonesia 2025—Vanguard dikenal sebagai manajer aset terbesar kedua di dunia dan salah satu penggerak pasar global.

Vanguard memiliki profil unik: perusahaan ini bukan entitas publik, melainkan dimiliki oleh dana kelolaannya sendiri sehingga fokus utamanya selalu pada kepentingan investor. Selama lima tahun terakhir, Vanguard mencatat imbal hasil stabil di kisaran 12–18 persen per tahun. Mereka juga konsisten memilih emiten dengan free float minimal 50 persen, kapitalisasi pasar di atas USD 100 miliar, serta likuiditas tinggi.

Jika Vanguard benar-benar masuk melalui proxy Asia-nya, pasar modal Indonesia akan menyaksikan skenario mega akuisisi yang jauh lebih besar daripada sekadar backdoor listing.

Tanda-Tanda Perubahan di DADA

Beberapa langkah strategis DADA memperkuat dugaan adanya manuver besar. Emiten ini membagikan dividen perdana sejak IPO, menandakan disiplin finansial yang lebih ketat. Selain itu, perusahaan juga berupaya keluar dari papan pemantauan khusus dan meningkatkan free float melalui kewajiban pengendali melepas saham ke publik.

Biasanya, aksi pelepasan saham oleh pengendali dianggap negatif oleh investor ritel. Namun, dalam kasus DADA, strategi ini justru memperkuat likuiditas saham. Ketika saham dilepas di harga Rp11, alih-alih tertekan, nilainya justru melonjak lebih dari 700 persen. Kondisi ini mengindikasikan adanya skenario yang dirancang untuk memenuhi standar investasi global.

Perbandingan dengan Saham Raksasa Jepang

Sebagai gambaran, harga saham Mitsubishi Estate Co., Ltd. (8802.T) di Bursa Tokyo berada di kisaran ¥3.160–¥3.170 per lembar, atau setara Rp348.000–Rp352.000 per lembar dengan kurs JPY/IDR Rp110–Rp111. Sementara itu, saham Kajima Corporation (1812.T) diperdagangkan di kisaran ¥4.290–¥4.332, atau setara Rp472.000–Rp481.000 per lembar.

Advertisement

Bandingkan dengan DADA yang masih berada di kisaran Rp25–Rp11.000 per saham. Potensi kenaikan valuasi jelas terlihat jika perusahaan ini benar-benar terkoneksi dengan jaringan global Mitsubishi, Kajima, dan Vanguard.

Proyeksi Valuasi Rp230.000 per Saham

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID