Raihan, Anak Pengupas Bawang di Makassar: Tanpa Sekolah Rakyat, Saya Tak Tahu Bisa Sekolah Lagi

news.fin.co.id - 19/09/2025, 19:23 WIB

Raihan, Anak Pengupas Bawang di Makassar: Tanpa Sekolah Rakyat, Saya Tak Tahu Bisa Sekolah Lagi

Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, sempat menghadapi kenyataan sulit hampir putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarganya yang semakin menekan.

fin.co.id – Muhammad Raihan Firmansyah, siswa kelas 11 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, sempat menghadapi kenyataan sulit hampir putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarganya yang semakin menekan. Raihan adalah anak kedua dari lima bersaudara, dengan adik-adiknya yang masih kecil.

Ibunya bekerja sebagai pengupas bawang dengan penghasilan Rp1.000 per kilogram, sementara ayahnya membuka bengkel tambal ban dengan penghasilan yang tak menentu. Namun kini, harapan Raihan tumbuh kembali setelah diterima di Sekolah Rakyat.

“Saya tidak kebayang akan sekolah lagi, karena memang keadaan ekonomi keluarga saya lagi sulit,” kata Raihan saat ditemui di rumahnya, Makassar, Jumat, 19 September 2025.

Raihan menjelaskan bahwa pendapatan ayahnya kian menurun karena bengkel sepi pelanggan. Akhirnya, penghasilan ibu dari mengupas bawang menjadi tumpuan keluarga.

Sehari-hari, Raihan bersama kakak dan adiknya membantu sang ibu mengupas bawang. Pekerjaan mereka mulai dari subuh hingga malam hari, dan jika beruntung bisa mengupas hingga 40 kilogram bawang per hari, yang berarti penghasilan Rp40.000.

“Ibu saya bekerja sebagai pengupas bawang, satu kilonya itu Rp1.000, biasanya saya bantu sama adik-adik,” ujar Raihan.

“Misalnya dari subuh saya bantu bawakan bawang ke rumah, terus kupas bersama-sama sampai selesai. Biasanya jam 3 sore atau malam. Dibawa ke bos, karena bos yang suruh kupas. Habis dikupas, bos bikin bawang goreng,” tambahnya.

Kini, Raihan sudah tidak membantu ibunya mengupas bawang karena fokus bersekolah di SRMA 26 Makassar. Meski sering merindukan keluarganya, ia merasa bahagia bisa belajar dengan baik dan memandang masa depan lebih cerah.

Ia juga senang bertemu teman-teman baru dan mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Raihan aktif dalam ekstrakurikuler bulu tangkis, olahraga favoritnya.

“Bagus. Lengkap, ada meja belajar, kipas, tempat tidur nyaman,” tuturnya.

Dulu, Raihan bercita-cita menjadi dokter, tapi kini ia ingin menjadi polisi agar bisa berperan dalam menjaga keamanan dan menertibkan masyarakat.

“Polisi. Supaya bisa menangkap orang kriminal,” ujarnya.

Raihan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas inisiatif Sekolah Rakyat yang membantunya dan banyak orang lain.

“Semoga Sekolah Rakyat ini selalu terus ada, agar orang-orang seperti saya terbantu,” harapnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID