fin.co.id - Bencana alam melanda kawasan pegunungan di Tibet dan Qinghai, Tiongkok, setelah badai salju besar menerjang pada akhir pekan dan menyebabkan seorang pendaki tewas serta ratusan lainnya terjebak di area ekstrem. Hingga Senin (6/10), tim penyelamat masih berjuang keras mengevakuasi para pendaki di tengah kondisi cuaca ekstrem dan salju tebal.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia dan penyakit ketinggian di kawasan Laohugou, Provinsi Qinghai, pada Minggu. Daerah tersebut kini menjadi fokus utama operasi penyelamatan setelah sekitar 1.000 orang dilaporkan terperangkap akibat akses jalan tertutup salju dan puluhan tenda roboh diterjang badai.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 137 orang berhasil dievakuasi hingga Senin pagi dalam kondisi stabil, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terhadap ratusan pendaki lainnya masih terus dilakukan. Tantangan besar dihadapi petugas karena badai belum sepenuhnya reda dan suhu ekstrem membuat jarak pandang terbatas.
Di wilayah Tibet, situasi tak kalah genting. Sekitar 350 pendaki yang sempat terdampar di base camp lereng timur Gunung Everest berhasil mencapai titik aman setelah upaya penyelamatan intensif dilakukan oleh tim gabungan. Pihak berwenang menyebutkan bahwa lebih dari 200 pendaki lainnya sudah berhasil dihubungi dan diperkirakan akan segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Lebih dari 300 petugas penyelamat, termasuk tim militer dan relawan, dikerahkan ke kawasan Laohugou. Mereka bekerja tanpa henti di bawah tekanan suhu yang bisa turun di bawah nol derajat, dibantu oleh dua drone untuk memantau lokasi para pendaki yang masih belum ditemukan. Namun, hujan salju yang terus turun membuat proses evakuasi berjalan lambat dan sangat berisiko.
Laohugou sendiri berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut, menjadikannya salah satu kawasan paling ekstrem di barat laut Tiongkok. Kombinasi antara badai salju, suhu membekukan, dan medan terjal membuat wilayah ini menjadi lokasi berbahaya bagi para pendaki yang tengah berada di jalur tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi pendakian di wilayah Himalaya dan sekitarnya. Otoritas Tiongkok kini tengah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait untuk memastikan seluruh korban selamat dapat segera dievakuasi, serta menilai kembali sistem peringatan dini cuaca ekstrem di kawasan tersebut.
Badai Salju Dahsyat Terjang Tibet dan Qinghai, 1 Pendaki Tewas dan Ratusan Dievakuasi dari Lereng Everest
news.fin.co.id - 07/10/2025, 07:00 WIB
Tim Redaksi
Ilustrasi Badai Salju (AI Adobe)