Penolakan Visa Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia: Pemerintah Tegas Ikuti Garis Kebijakan Prabowo

news.fin.co.id - 09/10/2025, 21:35 WIB

Penolakan Visa Atlet Israel di Kejuaraan Senam Dunia: Pemerintah Tegas Ikuti Garis Kebijakan Prabowo

Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra - Fajar Ilman -

fin.co.id - Penolakan visa bagi atlet senam Israel yang hendak tampil di Kejuaraan Senam Artistik Dunia 2025 di Jakarta bukan keputusan tiba-tiba. Langkah ini menjadi bentuk konsistensi Indonesia dalam menjaga sikap politik luar negeri yang pro terhadap Palestina. Pemerintah menegaskan, keputusan tersebut sepenuhnya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Ikuti Arahan Presiden Prabowo

Menteri Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa keputusan pemerintah Indonesia menolak kedatangan atlet Israel bukan sekadar reaksi emosional, melainkan kebijakan yang berdasar pada sikap resmi Presiden. Menurutnya, Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional telah dengan tegas mengecam tindakan brutal Israel terhadap Palestina, terutama di Gaza.

Sikap pemerintah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan, termasuk di pidatonya di PBB, Presiden dengan keras mengecam kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina, terutama di Gaza,” ujar Yusril dalam pernyataan resmi, Kamis (9/10/2025).

Advertisement

Ia juga menambahkan, Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sampai negara tersebut mengakui kemerdekaan dan kedaulatan penuh Palestina. “Barulah pemerintah Indonesia akan memulai membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan melakukan hubungan normal internasional lainnya,” tegasnya.

Federasi Senam Israel Klaim Sudah Dapat Jaminan

Meski pemerintah Indonesia sudah menyatakan penolakannya, Federasi Senam Israel tetap mengklaim bahwa mereka telah mendaftarkan diri dan mendapatkan jaminan keamanan dari pihak penyelenggara Kejuaraan Dunia di Jakarta. Federasi tersebut bahkan optimistis kehadiran mereka tidak akan dipengaruhi oleh faktor politik.

Kami berkomunikasi langsung dengan penyelenggara dan yakin pertimbangan eksternal tidak akan memengaruhi olahraga ini,” kata juru bicara Federasi Senam Israel, seperti dikutip dari media internasional.

Salah satu nama yang disebut akan hadir adalah Artem Dolgopyat, juara Olimpiade asal Israel yang mengantongi medali emas dan perak di Tokyo serta Paris. Kehadirannya tentu akan menjadi sorotan besar jika diizinkan tampil, mengingat konteks politik yang tengah memanas.

Indonesia Konsisten Tolak Kehadiran Israel di Ajang Internasional

Penolakan terhadap atlet Israel bukan hal baru di Indonesia. Negeri ini sudah lama dikenal memiliki posisi tegas terhadap segala bentuk normalisasi dengan Israel selama penjajahan terhadap Palestina masih berlangsung. Dalam konteks olahraga, Indonesia tercatat beberapa kali mengambil langkah serupa di masa lalu.

Pada 2023, misalnya, Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah menolak kehadiran tim nasional Israel. Keputusan itu mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat yang menilai tindakan tersebut sebagai wujud solidaritas terhadap Palestina.

Lebih jauh lagi, penolakan terhadap Israel sudah terjadi sejak era 1950-an. Pada kualifikasi Piala Dunia 1958, Indonesia memilih mundur dari kompetisi untuk menghindari pertandingan melawan tim Israel. Artinya, sikap pemerintah kali ini adalah kelanjutan dari komitmen historis yang konsisten selama puluhan tahun.

Advertisement

Dampak Diplomatik dan Citra Indonesia di Mata Dunia

Langkah tegas Indonesia ini mungkin menimbulkan perdebatan di level internasional. Namun, banyak pihak dalam negeri menilai keputusan tersebut justru memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berprinsip. Di tengah ketegangan global akibat konflik Gaza, sikap ini dianggap selaras dengan semangat konstitusi yang menentang penjajahan dalam bentuk apa pun.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID