fin.co.id - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menegaskan bahwa penyelidikan kasus kematian RTA (14), terapis muda yang ditemukan meninggal di lahan kosong kawasan Pejaten, tetap berlanjut meski keluarga korban telah mencabut laporan polisi.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan, pencabutan laporan oleh keluarga tidak serta-merta menghentikan proses hukum.
“Pelapor dalam hal ini kakak korban memang mengirim surat pencabutan laporan karena sudah ada perdamaian antara pihak keluarga dan pelapor,” ujarnya, Senin, 21 Oktober 2025.
Meski begitu, Nicolas menegaskan pihaknya tetap berpedoman pada Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2001 untuk menilai apakah kasus tersebut bisa diselesaikan melalui restorative justice atau tetap diproses hukum.
“Apakah kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau tidak, itu yang akan kami pastikan,” tambahnya.
Ia juga membantah adanya pemberian uang kerohiman dalam proses perdamaian. “Itu tidak ada. Hanya disampaikan bahwa perkaranya telah diselesaikan secara kekeluargaan,” tegasnya.
Dua Aspek Penyelidikan: Kematian dan Dugaan Eksploitasi Anak
Polisi saat ini menangani dua aspek utama: penyebab kematian korban dan dugaan pelanggaran hukum terkait pekerja anak di bawah umur oleh perusahaan spa tempat korban bekerja.
“Kita harus memastikan korban ini meninggal karena apa, apakah ada unsur pidana atau tidak,” kata Nicolas.
Polisi juga masih menunggu hasil otopsi dari Puslabfor Polri serta analisis rekaman CCTV untuk menelusuri aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal.
Selain itu, penyidik menemukan fakta bahwa korban diduga menggunakan identitas kakaknya saat melamar pekerjaan, sehingga usia di dokumen tercatat 21 tahun.
“Dia diduga memakai identitas kakaknya untuk melamar, padahal aslinya masih 14 tahun,” ungkap Kapolres.
Dugaan TPPO dan Perlindungan Anak
Polisi juga tengah mendalami potensi pelanggaran UU Perlindungan Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hingga kini, 20 saksi telah diperiksa, termasuk pihak manajemen spa yang merekrut korban.
Nicolas memastikan penyelidikan akan terus berjalan demi mengungkap kebenaran kasus yang menyita perhatian publik ini.