fin.co.id - Gelombang protes muncul dari kalangan pelajar menengah atas usai akun bernama Siswa Agit membuat petisi Batalkan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 di laman Change.org.
Hingga Selasa 28 Oktober 2025, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 141.404 orang angka yang terus bertambah setiap jamnya.
Dalam unggahan petisinya, Siswa Agit mengaku prihatin dan merasa tertekan dengan sistem baru yang diterapkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Sistem ini tidak hanya menambah tekanan pada kami, tetapi juga mempermainkan masa depan pendidikan kami,” tulisnya.
Menurutnya, pelaksanaan TKA 2025 terkesan dipaksakan tanpa persiapan matang, bahkan banyak siswa yang mengaku tidak mendapat sosialisasi cukup mengenai sistem baru ini.
Dalam petisinya, Siswa Agit juga menyoroti bahwa kisi-kisi TKA 2025 baru ditetapkan pada 14 Juli 2025, berdasarkan Salinan Peraturan Kepala Badan (Perkaban) Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen TKA SMA/MA dan SMK/MAK.
Artinya, dari waktu penetapan hingga pelaksanaan pada awal November nanti, siswa hanya punya 112 hari atau sekitar 3,5 bulan untuk mempersiapkan diri.
“Bayangkan, sesingkat itu waktu kami untuk bersiap. Waktu persiapan yang sangat singkat akibat jadwal kelas 12 yang padat hanya menambah tantangan yang kami hadapi,” tulisnya lagi.
Selain itu, simulasi TKA online dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) baru dimulai pada 6 Oktober 2025, menambah tekanan bagi guru dan siswa yang merasa belum sempat menyesuaikan dengan format baru ujian.
Guru bimbel pun tak luput dari dampak. Mereka disebut harus menyusun ulang perkiraan soal, karena hasil prediksi awal ternyata meleset jauh dari format resmi yang dikeluarkan oleh Pusmendik.
Menanggapi ramainya petisi tersebut, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, meminta masyarakat melihat kebijakan ini dari sisi positif.
“Disikapi dengan penuh semangat saja, kami sedang berikhtiar untuk pendidikan bermutu,” ujarnya melalui pesan teks pada Senin malam (27/10/2025).
Toni menegaskan bahwa pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) memiliki tujuan besar, yakni menjamin kesetaraan penilaian bagi semua siswa dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.