Media Asing Soroti IKN, Sebut Berpotensi Jadi Kota Hantu

news.fin.co.id - 31/10/2025, 11:00 WIB

Media Asing Soroti IKN, Sebut Berpotensi Jadi Kota Hantu

Istana Garuda IKN-Humas OIKN

fin.co.id - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan media internasional. Harian Inggris The Guardian menyoroti kondisi terbaru proyek ambisius tersebut dan menyebut bahwa ibu kota baru Indonesia itu berpotensi menjadi “kota hantu” karena minim aktivitas dan dukungan anggaran yang menurun.

Dalam laporannya, The Guardian menggambarkan suasana di IKN yang masih sepi meski sudah berdiri gedung-gedung futuristik dan jalan raya berlapis. Hanya terlihat beberapa tukang kebun dan wisatawan yang datang karena rasa penasaran. Padahal, proyek ini awalnya digagas untuk menggantikan Jakarta yang dinilai terlalu padat, macet, dan rawan tenggelam.

"Tiga tahun sejak mantan presiden Joko Widodo meluncurkan ibu kota baru yang ambisius, yang dimaksudkan untuk menggantikan Jakarta yang tercemar, macet, dan tenggelam, beberapa orang khawatir ibu kota itu terancam menjadi kota hantu yang dimuliakan" tulis The Guardian dikutip pada Jumat 31 Oktober 2025.

Media yang berbasis di Inggris ini menulis bahwa di bawah presiden, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, alokasi dana negara untuk proyek ini dilaporkan menurun drastis.

Advertisement

"Prabowo, yang belum pernah berkunjung ke IKN sebagai presiden, juga diam-diam menurunkan status Nusantara menjadi "ibu kota politik" pada bulan Mei, meskipun keputusan tersebut baru diumumkan kepada publik pada bulan September" tulis The Guardian.

Media ini juga menulisakn bahwa pada tahun 2024, kepala dan wakil kepala badan yang mengawasi ibu kota mengundurkan diri.

Demikian juga sekitar 2.000 pegawai negeri sipil dan 8.000 pekerja konstruksi saat ini tinggal di Nusantara, jauh dari target 1,2 juta penduduk pada tahun 2030.

"Blok-blok apartemen, gedung kementerian, rumah sakit, jalan, sistem air, dan bandara telah dibangun, tetapi sebagian besar kota masih dalam tahap pembangunan" tulisnya.

The Guardian menyebut, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa pendanaan dan dukungan politik masih tersedia.

“Presiden (Prabowo) mengatakan kepada saya, ‘Saya berkomitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan ini lebih cepat lagi,’” ujar Basuki. “Pendanaannya ada, komitmen politiknya ada. Mengapa kita harus meragukannya?”.

Lembaga lingkungan Walhi memperkirakan lebih dari 2.000 hektare hutan bakau telah ditebangi akibat proyek infrastruktur IKN.

“Dengan Nusantara, Anda akan memiliki wilayah berdinding tinggi di mana orang-orang menikmati segalanya di dalam, tapi di luar kehidupan berbeda,” kata Fathur Roziqin Fen dari Walhi.

“Masyarakat lokal kehilangan ekonomi dan lingkungan – mereka kehilangan keduanya.”

Advertisement

Meskipun demikian, sebagian warga tetap berharap proyek ini dapat berlanjut dengan lebih bijak dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. **

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID