Di akhir pidatonya, Presiden Lee menyampaikan pesan simbolik yang terinspirasi dari semangat Hwabaek — sistem musyawarah kuno dari Kerajaan Silla yang menekankan pentingnya harmoni dalam perbedaan. Ia mengajak para pemimpin APEC untuk menerapkan nilai tersebut dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan di era globalisasi yang kompleks.
“Semangat Hwabaek tidak menuntut keseragaman pikiran, melainkan mencari harmoni melalui keberagaman suara,” ujar Lee. “Saya berharap di Gyeongju ini, kita semua dapat menemukan inspirasi dan keberanian untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih cerah.”
Seruan Lee ini memperkuat posisi Korea Selatan sebagai negara yang aktif mendorong kolaborasi regional di tengah tantangan global. Melalui forum APEC, Lee berharap seluruh negara anggota dapat memperkuat kepercayaan, membangun keterhubungan ekonomi yang inklusif, serta menciptakan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. - Anisha Aprilia/Disway -