Pramono Sebut Biopori Jumbo Warga Pondok Kelapa Bisa Jadi Contoh Penanganan Sampah Jakarta

news.fin.co.id - 07/06/2026, 22:35 WIB

Pramono Sebut Biopori Jumbo Warga Pondok Kelapa Bisa Jadi Contoh Penanganan Sampah Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, bakal mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Foto: Cahyono

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan apresiasi kepada warga RW 014 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik melalui metode Biopori Jumbo.

Pramono menilai inisiatif tersebut menjadi bukti bahwa solusi terhadap persoalan lingkungan dapat dimulai dari tingkat masyarakat. Bahkan, gerakan tersebut telah berjalan sebelum terbitnya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Gerakan ini menunjukkan solusi lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas," kata Pramono saat meninjau langsung pengelolaan sampah melalui metode Biopori Jumbo di RW 014 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, langkah yang dilakukan warga sejalan dengan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan serta mendukung visi Jakarta menuju zero waste.

Advertisement

Pramono mengapresiasi kesadaran warga yang telah memulai upaya pemilahan dan pengolahan sampah sejak dini tanpa menunggu adanya regulasi dari pemerintah.

Di kawasan RW 014 Pondok Kelapa, warga telah menyediakan sekitar 150 titik Biopori Jumbo yang melayani kurang lebih 300 rumah. Melalui sistem tersebut, sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan limbah dapur dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos.

Cara ini memungkinkan sampah organik ditangani langsung di lingkungan tempat tinggal warga sehingga jumlah sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan akhir dapat berkurang secara signifikan.

"Kalau ini berjalan baik, ini bisa menjadi role model penanganan sampah di Jakarta. Saya sengaja ingin menunjukkan bahwa penanganan sampah oleh Pemerintah DKI Jakarta tidak dilakukan setengah hati," ujarnya dilansir Antara.

Pramono menegaskan bahwa upaya mengatasi persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama di tingkat rumah tangga. Ia menilai pengolahan sampah organik sejak awal menjadi langkah penting untuk mengurangi beban pengangkutan dan penanganan sampah di hilir.

Selain itu, ia juga menyambut positif keterlibatan sektor swasta yang bekerja sama dengan warga dalam pengelolaan sampah anorganik maupun limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Menurut Pramono, kerja sama tersebut menjadi elemen penting agar sistem pemilahan sampah tidak hanya berfokus pada sampah organik, tetapi juga mencakup jenis sampah lain yang membutuhkan perlakuan khusus.

"Saya menyambut baik kerja sama antara warga dan sektor swasta dalam pengelolaan sampah anorganik maupun sampah B3. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci pengelolaan sampah yang berkelanjutan," katanya.

Ia berharap model pengelolaan sampah yang diterapkan warga RW 014 Pondok Kelapa dapat direplikasi di berbagai wilayah Jakarta sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID