Wamenkop Farida Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Transformasi Koperasi Berbasis IPTEK

news.fin.co.id - 03/11/2025, 19:21 WIB

Wamenkop Farida Dorong Perguruan Tinggi Jadi Motor Transformasi Koperasi Berbasis IPTEK

Wamenkop UKM Farida Faricha.

fin.co.id - Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop UKM) Farida Faricha menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong transformasi koperasi menuju ekosistem berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, kerja sama dengan perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Tidak hanya menggerakkan usaha bersama, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa,” ujar Farida dalam keterangannya, Senin 3 November 2025.

Farida menjelaskan, pendekatan kolaboratif antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, media, dan komunitas telah menghasilkan capaian signifikan. Saat ini, Kopdes Merah Putih telah mencatat lebih dari 82 ribu koperasi dengan total 1,15 juta anggota di seluruh Indonesia.

“Akademisi berperan dalam riset dan evaluasi, pengusaha bermitra dengan koperasi secara adil, sementara alumni dan masyarakat turut memperkuat gerakan koperasi dari akar rumput,” tambahnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Farida menekankan bahwa penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat kebangkitan koperasi nasional. Dengan dukungan perguruan tinggi dan alumni, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar utama ekonomi Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkeadilan.

Ia mengingatkan, koperasi merupakan satu-satunya bentuk badan usaha yang diakui secara eksplisit dalam Pasal 33 UUD 1945, sehingga memegang peranan penting dalam mengusung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian.

Berdasarkan data terbaru hingga 2024, Indonesia memiliki lebih dari 131 ribu koperasi dengan jumlah anggota mencapai 27 juta orang. Total volume usaha koperasi mencapai Rp214 triliun, sementara total aset mencapai Rp281 triliun.

“Meskipun angkanya belum terlalu besar, tren pertumbuhannya menunjukkan potensi luar biasa jika koperasi didukung kebijakan yang tepat, teknologi digital, dan kelembagaan yang kuat,” kata Farida.

Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Fredy Leiwakabessy, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menghubungkan pendidikan tinggi dengan pengembangan ekonomi berbasis koperasi dan UMKM.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan kemajuan ekonomi yang berkelanjutan, baik di Maluku maupun Indonesia secara umum,” ucap Fredy.

Menurut Fredy, terdapat lima indikator utama pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus, yakni peningkatan pendapatan per kapita, penurunan ketimpangan, peningkatan kualitas SDM, penguatan peran global, dan penurunan emisi gas rumah kaca.

Ia menambahkan, berbagai inisiatif Unpatti seperti pembangunan sarana olahraga, rumah sakit pendidikan, fasilitas air bersih, penataan kawasan kampus, hingga perumahan dosen merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM di lingkungan kampus.

“Semua langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Advertisement

(Ayu Novita)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID