Fadli Zon: Presiden Prabowo Tetapkan 10 Tokoh Sebagai Pahlawan Nasional 2025

news.fin.co.id - 10/11/2025, 18:38 WIB

Fadli Zon: Presiden Prabowo Tetapkan 10 Tokoh Sebagai Pahlawan Nasional 2025

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon.

fin.co.id - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan sepuluh tokoh bangsa sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli usai menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin, 10 November 2025.

“Presiden telah menetapkan 10 Pahlawan Nasional, yaitu Abdurrahman Wahid, Jenderal H.M. Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmadja, Sayyiduna Kholil Bangkalan, Sultan ke-16 Dompu, Sultan Tidore ke-37, Tuan Saragih, Rahmah El Yunusiyyah, dan Sarwo Edhie,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan, proses penetapan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten dan kota, melalui tim peneliti dan pengkaji gelar daerah (TP2GD) yang terdiri dari akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Setelah itu, usulan dibawa ke tingkat pusat di bawah koordinasi Kementerian Sosial.

Advertisement

“Totalnya ada 49 nama, 40 nama baru dan 9 nama carry over dari tahun sebelumnya. Dari hasil seleksi Dewan Gelar, ada 24 yang diprioritaskan dan akhirnya Presiden memilih 10 nama sebagai Pahlawan Nasional,” jelasnya.

Menurut Fadli, kesepuluh tokoh yang ditetapkan telah melalui proses kajian mendalam dan memenuhi seluruh kriteria sesuai peraturan perundang-undangan.

“Jasa-jasa mereka jelas dan konkret. Semua melalui seleksi panjang, termasuk seminar dan pendokumentasian. Semoga keteladanan mereka bisa menjadi semangat bagi generasi penerus,” ungkapnya.

Terkait penetapan Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Fadli menegaskan keputusan tersebut didasarkan pada fakta sejarah perjuangan dan pengabdiannya bagi bangsa.

“Jasa Pak Harto sudah dikaji secara komprehensif. Beliau berperan dalam Serangan Umum 1 Maret, pertempuran di Ambarawa dan Semarang, serta menjadi Komandan Operasi Mandala untuk perebutan Irian Barat. Selain itu, kiprahnya dalam pembangunan nasional lima tahunan juga berkontribusi besar pada pengentasan kemiskinan,” terang Fadli.

Menanggapi dinamika publik terhadap penetapan nama-nama pahlawan, Fadli menegaskan pentingnya melihat sejarah secara utuh dan objektif, bukan hanya dari satu sisi.

Senada dengannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan negara atas jasa dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa.

“Kita perlu belajar melihat jasa para pendahulu dengan bijak. Setiap tokoh tentu memiliki kekurangan dan kelebihan, tapi yang utama adalah bagaimana kita mengambil teladan dari perjuangan dan pengabdian mereka,” ujar Saifullah.

“Setiap generasi punya masanya, setiap masa punya tokohnya. Mari kita fokus pada keteladanan dan semangat mereka untuk membangun bangsa,” tutupnya.

Advertisement

(Anisha Aprilia)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID