Geger! Densus 88 Bongkar Dark Web ABH NF Pelaku Ledakan SMA 72, Intip Konten Kematian

news.fin.co.id - 10/11/2025, 17:32 WIB

Geger! Densus 88 Bongkar Dark Web ABH NF Pelaku Ledakan SMA 72, Intip Konten Kematian

Foto lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara (Dokumen Istimewa)

fin.co.id – Kasus ledakan misterius di SMAN 72 Jakarta semakin menyeramkan! Fokus penyelidikan kini tidak hanya tertuju pada tempat kejadian perkara (TKP), tetapi merambah ke dunia digital gelap. Densus 88 Anti-teror, melalui Juru Bicaranya AKBP Mayndra Eka Wardhana, baru saja mengungkap pola perilaku daring mencurigakan yang diduga dilakukan oleh Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial NF (17).

Penyidik kini mendapati fakta bahwa NF sangat aktif di media sosial, namun bukan untuk kegiatan biasa. NF diketahui sering mengakses komunitas dan forum daring di situs gelap (dark web) yang menampilkan konten ekstrem dan brutal. Ini adalah plot twist yang membuat publik bertanya-tanya: Sejauh mana konten ekstrem memengaruhi tindakan ABH NF?

"Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring, terutama di forum dan situs-situs gelap yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya," ungkap AKBP Mayndra Eka Wardhana kepada awak media, Senin, 10 November 2025.

Aktivitas digital ini memicu kekhawatiran besar. Paparan konten kekerasan, kematian, dan tragedi secara berulang di platform gelap menunjukkan adanya indikasi ketidakstabilan psikologis atau bahkan grooming dari kelompok tertentu. Polisi kini mendalami korelasi antara konsumsi konten ekstrem ini dengan motif di balik insiden ledakan yang melibatkan remaja SMAN 72.

Advertisement

Bom di Dalam Tas Sekolah: Detik-detik Kejahatan NF Terbongkar CCTV

Jauh sebelum perilaku daring NF terungkap, Polisi sudah memiliki bukti kuat mengenai keterlibatannya di TKP. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membeberkan hasil analisis rekaman CCTV.

CCTV merekam momen saat NF tiba di sekolah. Ia tidak hanya membawa tas sekolah biasa, tetapi juga tas yang dijinjing. Polisi memastikan bahwa barang-barang yang memicu ledakan, termasuk bom, berada di dalam tas jinjing tersebut.

"Kita menjawab tadi temuan ini memang kalau dilihat dari CCTV kedatangan anak ini sudah membawa tas sekolah dengan tas yang dijinjing. Itu semua barang-barang berada di dalam situ," terang Kombes Budi Hermanto. Artinya, aksi ini adalah tindakan terencana, bukan sekadar kelalaian sesaat.

Kombes Budi Hermanto juga memberikan clue penting lainnya: dugaan bom yang tidak meledak. Polisi menduga ada beberapa sumbu bom yang tidak terpicu, sehingga hanya sebagian saja yang meledak. Temuan ini sangat krusial karena menunjukkan skala ancaman yang mungkin jauh lebih besar dari insiden yang terekam.

"Tapi mungkin ada beberapa sumbu yang tidak terpicu, sehingga barang ini tidak meledak," paparnya. Penyidik sedang bekerja keras menganalisis sisa bahan peledak ini untuk mendapatkan gambaran utuh rencana aksi NF.

Pindah ke RS Polri: Misi Ganda Jaga Kesehatan dan Gali Informasi

Penyelidikan tidak hanya berjalan di TKP dan dunia maya, tetapi juga di rumah sakit. Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) NF, yang terluka akibat ledakan, dipindahkan ke RS Polri Pasien untuk penanganan yang lebih intensif. Ini bukan langkah sembarangan; keputusan ini memiliki alasan ganda yang strategis.

1. Perlindungan Kesehatan dari Infeksi

Advertisement

Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pemindahan ini sangat penting untuk menjaga kondisi NF. Di RS Polri, penyidik telah membentuk Tim Terpadu yang melibatkan dokter bedah hingga psikolog. NF ditempatkan dalam lingkungan yang terkontrol untuk menghindari risiko infeksi, karena di rumah sakit sebelumnya ia ditempatkan bersama banyak pasien lain.

Aspek psikologis NF juga mendapat perhatian khusus. Polisi memahami kompleksitas kasus ini yang melibatkan perilaku ekstrem dan konten gelap, sehingga penanganan psikologis wajib dilakukan.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID