Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo, Ini Catatan dan Kontroversinya

news.fin.co.id - 10/11/2025, 16:47 WIB

Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo, Ini Catatan dan Kontroversinya

Ucapan sakti Presiden Soeharto yang dipercaya terjadi di masa kini, salah satunya ditujukan untuk Prabowo Subainto

fin.co.id - Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin 10 November 2025.

Penganugerahan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional, yang setiap tahun diperingati sebagai momentum penghargaan tertinggi bagi tokoh-tokoh yang berjasa besar bagi bangsa dan negara.

Dalam prosesi yang penuh khidmat itu, dua anak Soeharto Titiek Soeharto dan Bambang Trihatmodjo hadir mewakili keluarga. Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan langsung tanda kehormatan Pahlawan Nasional kepada Bambang Trihatmodjo, putra ketiga Soeharto.

Advertisement

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Mengenang Sosok Soeharto, Presiden Kedua RI yang Memimpin 32 Tahun

Soeharto dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Ia menjabat sebagai Presiden RI selama lebih dari tiga dekade (1966–1998), setelah menerima Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno pada 1966.

Di bawah pemerintahannya, Indonesia mengalami stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang pesat melalui berbagai program pembangunan seperti Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan Swasembada Pangan.

Namun, masa kepemimpinannya juga meninggalkan catatan kontroversial. Soeharto kerap dikaitkan dengan praktik otoritarianisme, pelanggaran HAM, serta tuduhan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menjadi pemicu lahirnya era reformasi 1998.

Bersama Gus Dur dan Marsinah, Soeharto Masuk Daftar 10 Pahlawan Nasional 2025

Selain Soeharto, pemerintah juga menetapkan sembilan tokoh lain sebagai Pahlawan Nasional 2025.

Berikut daftarnya berdasarkan lampiran Keppres No. 116/TK/2025:

  1. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 RI (Jawa Timur)

  2. Jenderal Besar TNI H. Muhammad Soeharto – Presiden ke-2 RI (Jawa Tengah)

  3. Marsinah – Aktivis buruh (Jawa Timur)

  4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Tokoh hukum dan diplomasi (Jawa Barat)

  5. Hajah Rahmah El Yunusiyah – Tokoh pendidikan (Sumatera Barat)

  6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Tokoh militer (Jawa Tengah)

  7. Sultan Muhammad Salahuddin – Tokoh pejuang kemerdekaan (NTB)

  8. Syaikhona Muhammad Kholil – Ulama besar Nahdlatul Ulama (Jawa Timur)

  9. Tuan Runda H. Ali Basaragi – Tokoh perjuangan Sumatera Utara

  10. Zainal Abidin Syah – Sultan Ternate, tokoh Maluku Utara

Advertisement

Pemerintah menegaskan bahwa pemberian gelar ini merupakan pengakuan atas jasa luar biasa para tokoh dalam memperjuangkan persatuan, kemerdekaan, dan pembangunan bangsa.

Kontroversi Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID