Firasat Mengerikan! ABH Pelaku Peledakan SMAN 72 Cium Tangan Sebelum Beraksi, Kebiasaan Sebulan Hilang!

news.fin.co.id - 11/11/2025, 14:25 WIB

Firasat Mengerikan! ABH Pelaku Peledakan SMAN 72 Cium Tangan Sebelum Beraksi, Kebiasaan Sebulan Hilang!

Situasi terkini di depan SMAN 72 Jakarta masih dijaga ketat, Selasa, 11 November 2025. - Candra Pratama -

fin.co.id – Fakta baru yang sangat emosional terungkap dari lingkungan terduga pelaku ledakan SMAN 72, Kelapa Gading. Seorang warga yang tinggal satu rumah dengan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial NF (17), Baisem (55), membeberkan kesaksian yang mengejutkan tentang perubahan perilaku remaja tersebut sebelum hari H ledakan tragis pada Jumat, 7 November 2025.

Baisem menceritakan bahwa NF selama ini dikenal sebagai anak yang sopan dan ramah. “Anaknya tuh ramah loh, bukan yang gimana-gimana (nakal). Enggak tau kok bisa ya kaya gitu,” urainya penuh keheranan. NF memiliki kebiasaan baik selalu berpamitan dengan cara bersalaman atau mencium tangan sebelum berangkat sekolah. Namun, kebiasaan itu mendadak menghilang selama kurang lebih sebulan terakhir.

“Iya sebulan gak salim (cium tangan),” ujar Baisem, yang akrab disapa Mbak Asem. Dia mencoba berpikir positif, menduga NF tidak bersalaman karena baru selesai wudu dan hendak melaksanakan salat Duha. Namun, tepat pada hari ledakan terjadi, kebiasaan mencium tangan itu justru kembali.

Momen Pamitan dan Dua Ransel Misterius

Advertisement

Pagi itu, sebelum diantar sang ayah ke sekolah, NF mendekati Baisem dan berpamitan dengan cium tangan seperti kebiasaan lama. "Lah kemarin, hari H-nya itu salaman. Pamit. Salaman begini (cium tangan), salim," tutur Baisem, memperagakan gestur cium tangan tersebut. Peristiwa pamitan yang kembali ini kini menjadi sorotan tajam, seolah merupakan firasat terakhir sebelum aksi mengerikan dilakukan.

Selain momen pamitan yang tidak biasa, Baisem juga menaruh curiga ketika melihat NF membawa dua ransel saat berangkat sekolah di pagi yang cerah itu. Baisem sempat bertanya langsung kepada NF mengapa ia membawa dua tas. NF memberikan alasan bahwa ia memiliki acara di MOI (Mall Of Indonesia) Kelapa Gading sepulang sekolah. Meskipun curiga, Baisem tidak memeriksa isi tas tersebut.

Saat siang hari, Baisem baru mendengar kabar dari orang tua NF bahwa terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta. Tetapi, Baisem belum mengetahui bahwa NF, anak yang tinggal serumah dengannya, diduga menjadi pelaku utama. Rasa kagetnya memuncak hingga membuat sekujur tubuhnya gemetar saat polisi tiba di rumah mereka pada pukul 14.30 WIB.

Tim Gabungan Polisi Geledah Rumah, Temukan Alat Bukti Kunci

Sebelumnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Densus 88 Antiteror, dan Puslabfor Mabes Polri langsung bergerak cepat menggeledah rumah yang diduga kediaman NF di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan langkah penggeledahan ini bertujuan untuk mencocokkan barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan dengan benda-benda yang ada di rumah terduga pelaku. Kombes Budi Hermanto memastikan, tim gabungan menemukan adanya persesuaian dari beberapa alat dan barang bukti tersebut.

Polisi secara spesifik mengamankan buku dan dokumen dari penggeledahan di rumah NF. "Memang ada beberapa barang, buku, dokumen yang disita, diambil, dibawa oleh Puslabfor. Nanti itu akan dirinci dengan persesuaian kejadian peristiwa ini," kata Kombes Budi Hermanto.

Budi Hermanto menegaskan, jika buku atau dokumen tersebut mendukung dalam peristiwa ledakan di SMA 72, maka barang-barang tersebut akan menjadi barang bukti utama. Sebaliknya, jika tidak relevan, polisi akan mengabaikannya. Polisi juga menemukan sejumlah alat dan bahan yang memiliki kesamaan dengan barang bukti di lokasi ledakan, meskipun rinciannya belum diumumkan secara detail.

Mengenai temuan serbuk yang diduga memiliki keterkaitan dengan ledakan, Kombes Budi Hermanto menyerahkan sepenuhnya kepada Puslabfor Mabes Polri. “Nanti mereka yang punya keahlian di bidang ini yang akan menjelaskan lebih detail,” sebutnya. Penggeledahan dan kesaksian Baisem kini menjadi kunci untuk mengungkap motif dan latar belakang aksi tragis yang dilakukan NF. - Candra Pratama/Disway

Advertisement
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID