Di pagi yang sama, Baisem juga melihat F membawa dua ransel. Saat ditanya, F berdalih tas kedua itu akan digunakan untuk acara di MOI (Mall Of Indonesia) sepulang sekolah. Baisem tidak memeriksa isi tas tersebut, yang belakangan diketahui berisi bom rakitan. Ketika polisi datang ke rumah pukul 14.30 WIB, Baisem baru menyadari anak yang baru saja berpamitan dengannya adalah terduga pelaku ledakan. Firasat dan pengakuan Baisem kini menjadi bukti kunci psikologis yang dimiliki F sebelum beraksi. - Candra Pratama/Disway -
JAUH DARI CITA-CITA TNI! Terkuak, Pelaku Ledakan SMAN 72 Ingin Jadi Seniman, Kenapa Berubah Ekstrem?
news.fin.co.id - 11/11/2025, 15:19 WIB
Foto temuan senjata di lokasi ledakan (Dokumen Istimewa)
TERKINI
Terpopuler
1
Kejagung Buka Peluang Periksa Nanik Deyang dalam Kasus Korupsi MBG
2 hari lalu
2
Akademisi Soroti Pentingnya Nasionalisme untuk Perkuat Wilayah Perbatasan
1 hari lalu
3
CK Borong Penghargaan Nasional, Catat 42 Juta Jam Kerja Tanpa Fatalitas dan Perkuat Program CSR
2 hari lalu
4
Zelenskyy Surati Putin: Ajukan Gencatan Senjata Total dan Pertemuan Tatap Muka Demi Akhiri Perang
2 hari lalu
5
Trump Siap Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran, Syaratnya: Teheran Tinggalkan Ambisi Kembangkan Senjata Nuklir!
2 hari lalu