Terungkap! Sejarah Kelam Rupiah Jadi Uang Paling Banyak Nol di Asia Tenggara!

news.fin.co.id - 11/11/2025, 20:31 WIB

Terungkap! Sejarah Kelam Rupiah Jadi Uang Paling Banyak Nol di Asia Tenggara!

Uang pecahan dolar AS dan rupiah. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Rupiah anjlok dari Rp2.400 menjadi Rp16.000 per dolar dalam waktu singkat!

Untuk menyesuaikan transaksi besar, pemerintah akhirnya menerbitkan pecahan Rp100.000.

Namun, kemunculan uang besar itu justru menjadi simbol lemahnya daya beli rupiah.

Mengapa Nol Rupiah Tidak Pernah Dihapus Lagi?

Pemerintah sempat ingin menghapus tiga nol dari rupiah—pada 2010, 2017, dan 2020. Tapi hingga kini, rencana itu tak pernah terealisasi.

Alasannya sederhana: trauma sejarah.

Terlalu banyak rakyat yang pernah kehilangan nilai uangnya secara mendadak akibat kebijakan masa lalu.

Selain itu, risiko redenominasi juga besar. Jika penerapan tidak hati-hati, harga barang justru bisa naik, dan inflasi kembali menghantui.

Nilai Uang Bukan di Angka Nolnya

Banyaknya nol di rupiah adalah cermin sejarah panjang inflasi dan krisis ekonomi Indonesia.

Tiga kali pemangkasan uang 1950, 1959, dan 1965 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

Jika kebijakan ekonomi dulu lebih stabil, mungkin rupiah tidak akan punya nol sebanyak sekarang.

Tapi yang terpenting bukanlah seberapa banyak nol di belakang angka, melainkan seberapa kuat daya beli dan kepercayaan masyarakat terhadap mata uangnya.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID